ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

TGIPF Dapatkan Sejumlah Bukti Penting Tragedi Kanjuruhan

Sabtu, 8 Oktober 2022 | 09:49 WIB
FS
MR
FS
Doni Monardo berjalan di pinggir lapangan saat memimpin Tim Gabungan Independen Pencari Fakta (TGIPF) melakukan investigasi di Stadion Kanjuruhan, Malang, Jawa Timur, Jumat, 7 Oktober 2022.
Doni Monardo berjalan di pinggir lapangan saat memimpin Tim Gabungan Independen Pencari Fakta (TGIPF) melakukan investigasi di Stadion Kanjuruhan, Malang, Jawa Timur, Jumat, 7 Oktober 2022. (Antara)

Jakarta, Beritasatu.com - Tim Gabungan Independen Pencari Fakta (TGIPF) Tragedi Kanjuruhan telah menemui sebagian besar pihak yang terlibat dalam pertandingan antara Arema FC dan Persebaya Surabaya pada 1 Oktober 2022 di Stadion Kanjuruhan, Malang yang berujung pada kerusuhan dan menewaskan lebih dari 130 orang. 

Investigasi dilakukan dengan mendatangi dan mewawancarai berbagai pihak. Tak hanya itu, TGIPF juga telah mendapatkan bukti-bukti penting terkait tragedi Kanjuruhan. 

"Berbagai alat bukti penting yang kota dapatkan ini nantinya akan memperkuat dan mempertajam analisis kita sehingga peristiwa Kanjuruhan ini dapat kita ungkap secara menyeluruh dan independen," ungkap Sekretaris TGIPF, Nur Rochmad yang juga adalah mantan Jaksa Agung Muda Pidana Umum (Jampidum) Kejaksaan Agung dalam keterangannya, Sabtu (8/10/2022).

Sejumlah bukti penting itu di antaranya, CCTV di dalam stadion yang bisa memberikan gambaran yang lebih jelas tentang peristiwa kerusuhan pada malam itu. Selain itu, video-video yang menggambarkan sejumlah kejadian di berbagai titik juga telah dikumpulkan oleh tim.

ADVERTISEMENT

"Keterangan tentang penggunaan gas air mata juga sedang dikumpulkan dan didalami oleh tim, baik dari pihak pengamanan, panitia pelaksana, maupun dari pihak korban," katanya.

Doni Monardo, mantan Ketua BNPB yang menjadi anggota TGIPF Kanjuruhan mengatakan, pihaknya akan menginvestigasi setiap tahapan tragedi Kanjuruhan. Mulai dari perencanaan pertandingan hingga terjadinya kerusuhan dan penanganan para korban. 

"Sehingga kita bisa menemukan siapa yang bertanggungjawab di setiap tahapan itu," katanya.

Tim yang dibagi dalam sejumlah kelompok itu bekerja secara simultan dengan mendatangi para pihak yang terlibat dalam penyelenggaraan pertandingan sepakbola pada 1 Oktober lalu. Satu tim mendatangi pihak panitia pelaksana, pengurus klub Arema, dan berdialog dengan perwakilan supporter.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA TERKAIT

Persik Kediri Gelar Doa dan Tabur Bunga Kenang Tragedi Kanjuruhan

Persik Kediri Gelar Doa dan Tabur Bunga Kenang Tragedi Kanjuruhan

SPORT
3 Tahun Tragedi Kanjuruhan, Luka Arema FC yang Tidak Pernah Hilang

3 Tahun Tragedi Kanjuruhan, Luka Arema FC yang Tidak Pernah Hilang

SPORT
Polisi Waspada Isu Provokatif Jelang Peringatan Tragedi Kanjuruhan

Polisi Waspada Isu Provokatif Jelang Peringatan Tragedi Kanjuruhan

JAWA TIMUR

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon