ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Sudah Dua Bulan, Peminat Program Konversi Motor Listrik Baru 318 Peserta

Selasa, 6 Juni 2023 | 20:59 WIB
A
H
Penulis: Antara | Editor: HE
Mekanik melakukan perakitan akhir komponen listrik sebuah sepeda motor konvensional atau motor berbahan bakar bensin menjadi motor listrik di SporaEV Bintaro, Tangerang Selatan, Banten, Selasa , 7 Maret 2023.
Mekanik melakukan perakitan akhir komponen listrik sebuah sepeda motor konvensional atau motor berbahan bakar bensin menjadi motor listrik di SporaEV Bintaro, Tangerang Selatan, Banten, Selasa , 7 Maret 2023. (B Universe Photo/Mohammad Defrizal/Mohammad Defrizal)

Jakarta, Beritasatu.com - Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mencatat sampai saat ini baru terdapat 318 peserta yang mendaftar program konversi motor listrik.

Pemerintah meluncurkan program bantuan subsidi konversi dari motor konvensional menjadi motor listrik pada April 2023. Dalam Peraturan Menteri ESDM Nomor 3 Tahun 2023, disebutkan target penerima bantuan pemerintah pada 2023 sebanyak 50.000 unit dan tahun depan 150.000 unit dengan besaran bantuan yang diberikan Rp 7.000.000 per unit untuk motor konversi.

"Sampai sekarang baru ada 318 peserta yang mendaftar," kata Direktur Jenderal Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi (EBTKE) Kementerian ESDM Dadan Kusdiana saat Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama Komisi VII DPR RI, Selasa (6/6/2023).

ADVERTISEMENT

Dadan di kesempatan sebelumnya menyampaikan, program konversi motor listrik merupakan salah satu upaya pemerintah untuk mempercepat terwujudnya ekosistem kendaraan bermotor listrik berbasis baterai (KBLBB). Pemerintah berharap program konversi ini akan memberikan manfaat untuk masyarakat, utamanya penghematan biaya bahan bakar dan udara yang lebih bersih.

"Pelaksanaan konversi sepeda motor ini juga bertujuan untuk mendukung perkembangan ekosistem KBLBB atau kendaraan bermotor listrik berbasis baterai untuk mengurangi impor BBM, mendukung penurunan emisi gas rumah kaca, termasuk tentunya emisi suara kendaraan," ujar Dadan.

Latar belakang program ini, sambung Dadan, adalah komitmen pemerintah untuk menurunkan 31,8% emisi gas rumah kaca pada tahun 2030 mendatang, serta mengurangi impor BBM dan kompensasi oleh pemerintah serta penghematan biaya bahan bakar bagi masyarakat.

"Pemerintah berharap manfaat dari program konversi ini dapat dirasakan oleh seluruh masyarakat, seperti untuk pemilik sepeda motor ini dengan perhitungan harga Pertalite bulan lalu menjadi 27,7 juta per tahun. Kemudian penghematan Pertalite dari sisi pemerintah sebesar Rp18,6 miliar, ini kalau kita konversi sebesar 50.000 unit," jelas Dadan.



Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA TERKAIT

Kemenhub Siap Gratiskan Biaya SRUT demi Target 6 Juta EV

Kemenhub Siap Gratiskan Biaya SRUT demi Target 6 Juta EV

EKONOMI
Transaksi SPKLU Naik 4 Kali Saat Lebaran, Bukti EV Makin Diminati

Transaksi SPKLU Naik 4 Kali Saat Lebaran, Bukti EV Makin Diminati

EKONOMI
Belajar dari Mandeknya Program Konversi Motor Listrik

Belajar dari Mandeknya Program Konversi Motor Listrik

OTOTEKNO
Janji Manis Bahlil Beri Insentif untuk Konversi Motor Listrik

Janji Manis Bahlil Beri Insentif untuk Konversi Motor Listrik

OTOTEKNO
Prabowo Bentuk Satgas Transisi Energi dan Konversi Motor Listrik

Prabowo Bentuk Satgas Transisi Energi dan Konversi Motor Listrik

EKONOMI
Ratusan Siswa Dilatih untuk Konversi Motor Jadi Listrik

Ratusan Siswa Dilatih untuk Konversi Motor Jadi Listrik

OTOTEKNO

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon