ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Hindari Risiko Kecelakaan, Ini Jam Rawan Berkendara Saat Puasa

Senin, 16 Maret 2026 | 21:04 WIB
AM
RA
Penulis: Aura Ramadhani Marsono | Editor: RP
Ilustrasi berkendara saat puasa Ramadan.
Ilustrasi berkendara saat puasa Ramadan. (Freepik.com/Freepik)

Jakarta, Beritasatu.com – Berpuasa selama Ramadan sedikit banyak dapat memengaruhi konsentrasi dan refleks pengendara di jalan. Perubahan pola makan dan tidur berisiko menurunkan fokus, terutama ketika tubuh menahan lapar dan haus dalam waktu lama, sehingga potensi kecelakaan saat menempuh perjalanan mudik dapat meningkat jika tidak diantisipasi.

Data klaim asuransi otomotif pada 2025 menunjukkan tren peningkatan kecelakaan pada jam-jam tertentu di siang hari menjelang berbuka. Rentang pukul 13.00–16.00 menjadi periode paling rawan, akibat kombinasi faktor fisik dan perilaku pengemudi yang terdampak puasa. Penurunan kadar gula darah dan dehidrasi ringan dapat membuat refleks dan kewaspadaan menurun.

Jam Rawan Berkendara

  • Sore Menjelang Berbuka (13.00–16.00)
    Analisis di Uni Emirat Arab menunjukkan jam antara pukul 13.00–16.00 menjadi periode paling rawan. Dua jam sebelum waktu berbuka, banyak pengemudi memacu kendaraan untuk sampai tujuan, sementara konsentrasi pengendara rata-rata telah menurun akibat lapar dan haus seharian. 
  • Tengah Hari dan Pagi
    Selain sore, pagi hingga siang awal juga berisiko tinggi. Pengemudi yang tetap beraktivitas normal tanpa menyesuaikan pola tidur atau sahur rentan kehilangan fokus. Kepadatan lalu lintas pada jam puncak memperbesar risiko kecelakaan.
  • Dini Hari hingga Menjelang Subuh
    Periode setelah sahur juga berpotensi berbahaya. Pengendara jarak jauh yang kurang tidur bisa mengantuk berat dan memiliki respons lambat terhadap situasi darurat.

Faktor Penyebab Peningkatan Risiko

  1. Perubahan Drasti Pola Makan
    Jarak makan dan minum bisa mencapai 12 jam atau lebih. Pembatasan nutrisi dan cairan mempengaruhi keseimbangan energi dan hidrasi tubuh, menurunkan fokus dan kewaspadaan.
  2. Kurang Tidur dan Refleks Menurun
    Perubahan waktu sahur dan ibadah malam seperti tarawih sering mengurangi kualitas tidur. Kurang tidur membuat refleks lambat, sehingga keputusan di jalan berpotensi berbahaya.
  3. Tekanan Emosional Jelang Berbuka
    Pengemudi yang terburu-buru ingin berbuka tepat waktu cenderung berkendara agresif, mengurangi kehati-hatian dan meningkatkan risiko kecelakaan.
ADVERTISEMENT

Tip Aman Berkendara Saat Puasa

  • Rencanakan perjalanan: Berangkat lebih awal untuk menghindari jam rawan.
  • Jaga kondisi tubuh: Konsumsi menu sahur bergizi dan cukup cairan saat berbuka.
  • Istirahat cukup: Hindari mengemudi saat lelah atau mengantuk. Menepilah untuk beristirahat sejenak atau bisa juga mampir ke rest area terdekat. Jangan memaksakan diri untuk terus menyetir hanya karena ingin lebih cepat sampai di tempat tujuan. 
  • Atur jarak dan kecepatan: Perhatikan jarak aman dan kecepatan, refleks menurun saat lapar.
  • Minimalkan distraksi: Hindari pemakaian ponsel atau aktivitas lain yang mengganggu fokus. 

Kesadaran akan jam rawan berkendara selama Ramadan termasuk ketika dalam perjalanna mudik sangat penting bagi pengendara. Dengan memahami risiko penurunan konsentrasi dan menerapkan gaya berkendara aman, potensi kecelakaan dapat diminimalkan dan perjalanan tetap selamat.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon