ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Bayern Munchen vs Leipzig: Gagal Raih Trofi Piala Super, Tuchel Dicaci

Minggu, 13 Agustus 2023 | 17:45 WIB
DS
DS
Penulis: Dwi Argo Santosa | Editor: DAS
Pelatih Bayern Munchen Thomas Tuchel saat laga Piala Super antara Munchen vs Leipzig di  Allianz Arena, Munich, Jerman, Minggu 13 Agustus 2023 dini hari WIB.
Pelatih Bayern Munchen Thomas Tuchel saat laga Piala Super antara Munchen vs Leipzig di  Allianz Arena, Munich, Jerman, Minggu 13 Agustus 2023 dini hari WIB. (AP/Matthias Schrader)

Jakarta, Beritasatu.com - Laga Bayern Munchen vs Leipzig di Alianz Arena pada ajang Piala Super, Minggu (13/8/2023) dini hari, yang berakhir 0-3 untuk kemenangan tim tamu berujung pada caci maki kepada Thomas Tuchel. Mantan pelatih Chelsea ini dianggap biang kekalahan Bayern Munchen.

Kritik, caci maki, atau ejekan yang ditujukan kepada pria jangkung berkebangsaan Jerman ini diperkirakan bakal bertahan hingga sebulan ke depan. Pasalnya, kekalahan Bayern Munchen dari Leipzig tidak hanya mengecewakan penggemarnya melainkan juga mengejutkan pencinta sepak bola pada umumnya, kecuali fan Leipzig tentu saja.

"Adakah yang mengucek mata setelah apa yang terjadi? Bayern Munchen baru saja dikalahkan oleh RB Leipzig di DFL-Supercup dengan skor 3-0," demikian sebuah media Jerman menulis mengenai kekalahan tim asuhan Thomas Tuchel ini.

ADVERTISEMENT

Mengucek atau menggosok mata dengan tangan adalah gestur umum untuk menggambarkan ketidakpercayaan. Demikianlah dengan laga perebutan trofi Piala Super Jerman Minggu dini hari tadi.

Semua orang maklum bahwa klub-klub besar sekelas Bayern Munchen bisa saja kalah. Namun, kalah di kandang sendiri, dengan skor mencolok tiga gol tanpa balas cukup menjadi alasan para fan terkejut.

Apalagi Bayern Munchen sejak sebelum laga merupakan tim unggulan. Selain karena juara bertahan, Bayern Munchen juga pemegang rekor juara 10 kali Piala Super Jerman. Kendati Piala Super DFL bukanlah trofi paling bergengsi di dunia, ini adalah trofi pertama yang ditawarkan di awal musim.

Alasan lain yang menyakitkan adalah semua gol diborong oleh satu orang yang bernama Dani Olmo. Maka tak mengherankan apabila gelandang serang Leipzig ini disebut telah menancapkan belati ke jantung Bayern Munchen.

Hat-trick pemain Spanyol ini di menit ke-3, 44, dan 68 cukup menyakitkan karena mengubur debut kompetitif Harry Kane, striker Tottenham Hotspur yang baru saja dipinang Munchen seharga 100 juta euro atau setara Rp 1,6 triliun.

Harry Kane baru dimainkan pada menit ke-63. Pemain dengan biaya transfer termahal dalam sejarah Bundesliga ini tak mampu berbuat banyak untuk tim barunya. Meskipun demikian, kekesalan fan tidak tertuju pada Kane. Kepada Thomas Tuchel-lah sasaran utama kekecewaan penggemar tertuju.

"Penggemar Bayern Munchen mungkin mengharapkan dia (Harry Kane) untuk langsung berlari setelah dia baru saja datang dari Tottenham Hotspur, tetapi itu jelas merupakan tugas yang sulit. Ini lebih merupakan masalah pelatih daripada pemain," ujar seorang penggemar dalam ulasannya di Bavarian Football Works.

"Kebodohan Thomas Tuchel sangat kuat hari ini," demikian ia mengomentari. Media sosial juga diramaikan #Tuchelout. Beragam meme bermunculan. Salah satunya adalah kutipan, "He came to Munich and turn my club into Chelsea".

Kutipan "Tuchel mengubah Bayern menjadi Chelsea" muncul pada Mei 2023 lalu ketika media sosial bereaksi saat perburuan gelar Bundesliga sedang menghangat. Thomas Tuchel mendapat kecaman menyusul kemunduran Munchen ketika itu, utamanya ketika tim asuhannya tersandung pada kekalahan kandang 3-1 yang tidak terduga dari Leipzig.

Dalam pertandingan perebutan Piala Super, Bayern Munchen dinilai tampil amburadul. Tuchel dianggap mengambil keputusan yang patut dipertanyakan dalam hal memasang pemain terutama karena mencadangkan bek Noussair Mazraoui dan justru memasang Benjamin Pavard.

https://twitter.com/ARNABOCEAN5/status/1690467852485111808

Benjamin Pavard yang disebut-sebut menjadi salah satu pemain incaran klub Inggris Manchester United, dinilai bermain buruk.

Bahkan formasi taktik 4-2-3-1 yang diterapkan Tuchel pun tak lepas dari sorotan. Formasi berbentuk U dianggap tidak punya bentuk yang pas. Mengapa Tuchel tiba-tiba memutuskan untuk meniru gaya sepak bola Massimiliano Allegri (pelatih Juventus) padahal Munchen memecat Julian Nagelsmann setelah kalah tipis 2-1 dari Bayer Leverkusen karena hal ini.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon