BWF World Tour Final, Ini Evaluasi Pelatih Tim Indonesia
Senin, 18 Desember 2023 | 05:01 WIB
Jakarta, Beritasatu.com - Pelatih Indonesia mengungkapkan hasil evaluasi anak-anak asuhannya yang berlaga dalam BWF World Tour Finals 2023.
Pelatih ganda putra Aryono Miranat, misalnya, mengevaluasi penampilan Fajar Alfian/Muhammad Rian Ardianto. Ganda putra yang pernah menempati posisi pertama dunia ini terhenti di semifinal setelah menyerah kepada wakil Tiongkok, Liang Wei Kang/Wang Chang, 20-22, 21-12, dan 16-21.
“Performa Fajar/Rian di World Tour Finals 2023 cukup baik dan ada peningkatan daripada penampilan sebelum-sebelumnya, semoga bisa kembali pada performa ketika di awal-awal tahun 2023 ketika menjuarai beberapa turnamen,” papar Aryono.
Aryono menambahkan ada beberapa hal yang masih perlu diperbaiki dari Fajar/Rian yaitu pertahanan harus lebih rapat dan kuat. Servis dan pengembalian servis juga harus lebih diperhatikan. Fajar/Rian juga harus mengurangi kesalahan sendiri, dan kondisi fisik harus ditingkatkan.
Dia juga mengungkit, masalah cedera harus benar-benar tuntas, dirawat dengan baik supaya tidak mengganggu performa.
“Semuanya sudah dilakukan hanya memang masih belum sempurna, masih harus terus diperbaiki, ditingkatkan, semoga ke depannya bisa terus konsisten dan lebih meningkat lagi performanya,” tutur Aryono.
Pelatih tunggal putra, Irwansyah juga membahas performa kedua anak asuhannya, Anthony Sinisuka Ginting dan Jonatan Christie di BWF World Tour Finals. Ginting gagal melaju ke semifinal meski sudah menaklukkan Kodai Naraoka dan Shi Yu Qi. Kekalahan saat menghadapi Viktor Axelsen menjadi penyebab dia hanya berada di urutan ketiga penyisihan grup.
Sementara Jojo berhasil melaju ke semifinal, tetapi gagal merebut tiket partai pemungkas setelah ditaklukkan Shi Yu Qi, 16-21 dan 15 -21.
“Permainan Anthony Ginting sudah menunjukkan permainan yang luar biasa. Memang ada pola stroke yang harus ditingkatkan lagi untuk membuat Ginting menjadi satu pemain yang lebih komplet. Dan kejuaraan-kejuaraan yang dijalani setiap saat ini untuk memperbaiki yang masih kurang agar di puncak kejuaraan di Olimpiade nanti semuanya sudah menjadi istimewa,” katanya.
Sementara soal Jojo, Irwansyah menyebut permainannya di BWF World Tour Finals sudah luar biasa.
“Hanya saat melawan Shi Yu Qi, Jojo terlalu mengikuti irama permainan lawan dan sedikit ragu untuk lebih menyerang, sehingga lawan pun menjadi percaya diri dengan pukulan-pukulan menyerangnya,” ungkapnya.
Meski demikian, Ginting dan Jonatan menurut Irwansyah sudah mencoba bermain semaksimal mungkin. “Saya sebagai pelatih merasa cukup puas dan bangga dengan permainan mereka. Insyaallah di tahun 2024, mereka bisa mendapat gelar yang lebih banyak,” paparnya.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
Kapolda Metro Jaya Bintang 3 Sesuai Arahan Prabowo
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Skuad Timnas AS pada Piala Dunia 2026 Akan Diumumkan 26 Mei




