Gregoria Runner-up Swiss Open 2024 Usai Takluk dari Carolina Marin
Minggu, 24 Maret 2024 | 23:34 WIB
Jakarta, Beritasatu.com - Wakil Indonesia Gregoria Mariska Tunjung gagal menjadi juara nomor tunggal putri Swiss Open 2024 setelah ditundukkan Carolina Marin dari Spanyol, dalam partai final, Minggu (24/3/2024).
Bermain di St Jakobshalle, Basel, pemain kelahiran Wonogiri itu menyerah dalam permainan rubber game, 10-21, 21-13, dan 20-22. Marin menjadi juara setelah mengalahkan pemain yang biasa dipanggil Jorji itu dalam waktu 1 jam 21 menit.
Jorji mengawali pertandingan dengan baik. Smes dan penempatan bola yang prima membawanya memimpin pada awal pertandingan. Dia mampu unggul hingga empat poin atas lawannya pada kedudukan 10-6. Namun, dia hanya memimpin 11-9 sehingga terjadi interval.
Namun setelah itu, Marin mampu menyamakan kedudukan. Kesalahan sendiri yang kerap dibuat Jorji, memudahkan lawan menambah skor bahkan balik memimpin. Wakil Spanyol itu mampu mengumpulkan lima poin beruntun dan unggul 18-14.
Jorji dengan kegigihannya kemudian mengumpulkan empat poin beruntun dan menyamakan skor. Namun, Marin kembali bisa menguasai keadaan dan menyelesaikan gim pertama dengan 21-19 dalam waktu 24 menit.
Pada gim kedua, Jorji bermain lebih baik dan berupaya memperbaiki kesalahannya pada set pertama. Dia mengawali gim kedua dengan keunggulan, tetapi kemudian bisa disamakan oleh Marin. Pebulu tangkis Spanyol itu kemudian mampu memimpin dengan skor 6-3.
Namun, Jorji tidak menyerah begitu saya. Mengandalkan smes dan permainan cepat yang diperagakannya, pemain berusia 24 tahun ini bisa mengumpulkan lima poin beruntun dan memimpin 8-6. Dia kemudian memimpin 11-8 sehingga terjadi interval.
Jorji kemudian memimpin dan tak pernah lagi bisa disamakan Marin. Jorji pun memenangi gim kedua dengan 21-13.
BACA JUGA
Timnas Indonesia Bakal Berlaga di Vietnam Kualifikasi Piala Dunia 2026, Ini Kata Pengamat Sepak Bola
Pertarungan seru kembali terjadi pada gim ketiga. Dalam gim penentuan ini terjadi saling mengamakan skor pada empat poin pertama. Setelah skor imbang 4-4, Jorji kemudian sempat memimpin cukup jauh.
Dia sempat mengumpulkan tujuh poin beruntun dan unggul 10-4. Namun, Marin juga bukan pebulu tangkis yang gampang menyerah. Dia berhasil merebut enam poin beruntun dan berhasil mengejar bahkan balik memimpin.
Setelah skor imbang itu, Marin memimpin, tetapi bisa disamakan Jorji. Tercatat, pemain berusia 30 tahun itu empat kali memimpin, tetapi bisa disamakan Jorji.
Jorji sempat balik memimpin 16-15, tetapi Marin berhasil menyamakan kedudukan. Pertarungan seru dan alot terus terjadi dan Jorji meraih 19 poin lebih dahulu. Namun, Marin berhasil menyamakan skor.
Jorji juga bisa meraih 20 poin lebih dahulu, tetapi Marin bisa menyamakannya sehingga terjadi setting. Pada poin kritis ini, Marin bisa mengumpulkan 22 poin lebih dahulu dan memenangi gim ketiga dengan 22-20.
Hasil ini membawa Indonesia hanya menyabet satu gelar juara dan dua runner-up pada Swiss Open tahun ini. Dalam partai sebelumnya, Lanny Tria Mayasari/Ribka Sugiarto menjadi juara ganda putri, sedangkan ganda putra Muhammad Shohibul Fikri/Bagas Maulana hanya menjadi runner-up.
Lanny/Ribka menjadi juara setelah menundukkan ganda Taiwan Hsu Ya Ching/Lin Wan Ching. Mereka harus bermain tiga gim sebelum menang dengan skor 13-21, 21-16, dan 21-8. Mereka menyabet gelar juara setelah bermain 1 jam 21 menit.
Sementara dalam partai sebelumnya di nomor ganda putra, Fikri/Bagas hanya menjadi runner-up kejuaraan ini setelah menyerah kepada Ben Lane/Sean Vendy dari Inggris. Juara All England 2022 harus bermain setting dalam dua set ini sebelum menyerah 22-24 dan 28-26. Permainan kedua ganda ini di final memakan waktu 1 jam 3 menit.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
Jumlah Guru RI Terus Naik tetapi Fluktuatif!
B-FILES
Incar Pajak Marketplace, Purbaya Ingin Pedagang Offline-Online Setara




