ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Ubah Sistem Sepak Bola, Erick Thohir Hadirkan Liga 4 di Daerah

Rabu, 4 Juni 2025 | 23:32 WIB
JG
DM
Penulis: Juan Ardya Guardiola | Editor: DM
Ketua Umum PSSI Erick Thohir (dua dari kiri) menegaskan akan adanya perubahan signifikan dalam sistem pembinaan sepak bola nasional, dengan memperkuat sinergi antara asosiasi provinsi (Asprov) dan asosiasi kota/kabupaten (Askot/Askab).
Ketua Umum PSSI Erick Thohir (dua dari kiri) menegaskan akan adanya perubahan signifikan dalam sistem pembinaan sepak bola nasional, dengan memperkuat sinergi antara asosiasi provinsi (Asprov) dan asosiasi kota/kabupaten (Askot/Askab). (Beritasatu.com/Juan Ardya Guardiola)

Jakarta, Beritasatu.com - Ketua Umum PSSI Erick Thohir menegaskan akan adanya perubahan signifikan dalam sistem pembinaan sepak bola nasional, dengan memperkuat sinergi antara asosiasi provinsi (asprov) dan asosiasi kota/kabupaten (askot/askab).

Perubahan ini merupakan salah satu poin penting dalam Statuta PSSI edisi 2025, yang baru saja disahkan dalam Kongres Biasa PSSI 2025. Menurut Erick, pembangunan sepak bola nasional tidak bisa lagi bergantung hanya pada pusat. Daerah harus menjadi ujung tombak pengembangan sepak bola Indonesia. 

“Ujung tombaknya sekarang adalah daerah-daerah. Terkait hal itu kita ubah sistem agar asprov dan askot lebih sinergis,” ujar Erick di Jakarta, Rabu (4/6/2025).

ADVERTISEMENT

Sebagai bagian dari pembaruan sistem, Erick mengungkapkan, Liga 4 akan segera diluncurkan dan diselenggarakan di tingkat kota selama empat bulan penuh. Juara dari Liga 4 akan naik ke tingkat provinsi dan bermain di Liga 3. 

Langkah tersebut dinilai akan menciptakan kesinambungan kompetisi dari akar rumput ke level nasional. “Artinya ada kesinambungan dan fleksibilitas. Liga 4 di kota, lalu naik ke provinsi di Liga 3,” jelas Erick.

Dengan statuta baru, asprov memiliki kewenangan untuk menunjuk askot atau askab dalam menyelenggarakan pembinaan dan kompetisi lokal. Erick berharap, melalui koordinasi yang lebih baik, pengembangan sepak bola di pelosok bisa lebih optimal.

Tak hanya itu, PSSI juga ingin mendorong program-program lokal, seperti bupati cup dan gubernur cup, agar bisa dibiayai melalui APBD. Tentunya hal tersebut harus sesuai dengan aturan dari permendagri. “Tidak mungkin semuanya dibangun dari pusat. Kita hidupkan kembali kompetisi daerah dan pembinaan lokal,” tegas Erick.

Dengan pembaruan ini, PSSI menargetkan pembinaan sepak bola Indonesia menjadi lebih merata, terstruktur, dan berkesinambungan, serta membuka lebih banyak jalan bagi klub-klub kecil untuk berkembang.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA TERKAIT

Kerusuhan Sepak Bola di Papua dan Samarinda, DPR: Evaluasi Total PSSI

Kerusuhan Sepak Bola di Papua dan Samarinda, DPR: Evaluasi Total PSSI

SPORT
Persipura vs Adhyaksa FC Ricuh, PSSI Buka Suara

Persipura vs Adhyaksa FC Ricuh, PSSI Buka Suara

SPORT
Andre Rosiade: Degradasi Semen Padang Murni Faktor Internal

Andre Rosiade: Degradasi Semen Padang Murni Faktor Internal

SPORT
PSSI Pastikan Persija vs Persib Digelar di Stadion Utama GBK

PSSI Pastikan Persija vs Persib Digelar di Stadion Utama GBK

SPORT
Erick Thohir Harap TC di Prancis Dongkrak Kualitas Timnas Putri U-17

Erick Thohir Harap TC di Prancis Dongkrak Kualitas Timnas Putri U-17

SPORT
Kutuk Insiden Kungfu di Laga EPA U-20, PSSI Minta Komdis Tindak Tegas

Kutuk Insiden Kungfu di Laga EPA U-20, PSSI Minta Komdis Tindak Tegas

SPORT

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon