PBVSI Akan Naturalisasi 4 Atlet Voli dari Brasil
Minggu, 15 Maret 2026 | 22:51 WIB
Jakarta, Beritasatu.com — Pengurus Pusat Persatuan Bola Voli Seluruh Indonesia (PP PBVSI) mulai mematangkan rencana naturalisasi empat atlet asing untuk memperkuat tim nasional dalam proyek jangka panjang menuju Olimpiade Brisbane 2032. Langkah tersebut saat ini masih berada pada tahap penyelesaian administrasi sebelum dibawa ke pembahasan lebih lanjut bersama pemerintah.
Ketua Umum PP PBVSI Imam Sudjarwo menjelaskan, rencana naturalisasi mencakup dua pemain putra dan dua pemain putri. Dalam waktu dekat, pihaknya akan bertemu Menteri Pemuda dan Olahraga Erick Thohir untuk membicarakan proses lanjutan sebelum diajukan ke DPR.
“Semua naturalisasi yang pernah saya sampaikan itu ada dua putra, dua putri. Sekarang kita lagi proses mempersiapkan administrasi dan dalam waktu dekat saya mau menghadap menpora untuk membicarakan masalah ini,” ujar Imam Sudjarwo di Jakarta, Minggu (15/3/2026).
Menurut Imam, setelah pembicaraan dengan pemerintah selesai, tahapan berikutnya adalah meminta persetujuan DPR karena naturalisasi atlet harus melalui mekanisme resmi sesuai aturan yang berlaku.
“Namun, saya mau ngomong, setelah Lebaran saya akan ketemu beliau, yaitu membicarakan masalah naturalisasi. Nah kalau sudah clear, kita bisa mempersiapkan administrasi, tentu langkah berikutnya adalah kita ke DPR. Karena itu harus ada persetujuan persidangan DPR,” lanjutnya.
PBVSI menilai naturalisasi dibutuhkan untuk memperkuat daya saing tim nasional sekaligus mempercepat peningkatan kualitas permainan menuju target besar tampil kompetitif pada Olimpiade Brisbane 2032.
Imam menegaskan, program ini bukan sekadar solusi instan, melainkan bagian dari pembangunan tim nasional yang berkelanjutan. Kehadiran pemain naturalisasi juga diharapkan dapat memacu motivasi atlet lokal agar berkembang lebih cepat.
“Kenapa kita harus naturalisasi? Tentu kita punya proses yang panjang yaitu kita ingin menuju ke Olimpiade Brisbane 2032. Sehingga kita mempersiapkan tim yang bagus itu yang pertama. Kemudian yang kedua supaya bisa membangun motivasi bagi atlet-atlet nasional kita,” katanya.
Empat calon pemain yang disiapkan berasal dari Brasil. PBVSI sengaja membidik atlet usia muda agar dapat menjadi investasi jangka panjang bagi tim nasional Indonesia.
“Kita dari Brasil lah,” ujar Imam saat ditanya asal pemain yang diproyeksikan menjalani naturalisasi.
Ia menambahkan, para pemain yang dipilih belum pernah tampil di Proliga dan masih berada pada rentang usia remaja. Fokus utama adalah mencari atlet sekitar usia 17 tahun agar saat Olimpiade 2032 mereka masih berada pada usia emas kompetisi.
“Belum, belum ada. Dia masih muda-muda. Kan kita cari yang umur 17. Pokoknya umur yang masih muda yang kita ambil sehingga punya jangka panjang,” jelasnya.
PBVSI juga memastikan naturalisasi tidak akan mengganggu jalur pembinaan atlet nasional. Program pengembangan pemain lokal tetap berjalan melalui pembentukan tim muda seperti Jakarta Garuda Jaya dan pengiriman atlet junior ke berbagai turnamen internasional.
“Proyek jangka panjang makanya kita mempersiapkan juga ini Garuda Jaya ini kan kita mainkan yang muda-muda, besok ini kita carikan pengalaman,” kata Imam.
Ia menekankan, naturalisasi dilakukan secara terbatas dan tidak boleh menghilangkan identitas olahraga nasional. Menurutnya, atlet lokal tetap menjadi prioritas utama dalam pembangunan kekuatan tim nasional.
“Kita juga tidak ingin mematikan dari atlet nasional. Tidak boleh. Kita boleh naturalisasi tetapi juga kita ada persentasenya,” tegasnya.
Saat ini, empat calon pemain tersebut disebut telah menyatakan kesediaan bergabung dengan Indonesia. Namun, PBVSI masih meneliti kemungkinan regulasi, terutama terkait status diaspora.
“Pada intinya, empat ini sudah siap karena mereka sudah diinfokan dan mereka mau,” ujar Imam.
Selain memperkuat pemain, PBVSI juga berencana mendatangkan pelatih baru dari Brasil untuk menangani tim putra Indonesia menghadapi sejumlah agenda internasional tahun ini.
“Nanti datang dari Brasil. Ada datang baru, kami akan mempersiapkan event. Ada lima event jadi kami mempersiapkan sebaik-baiknya,” tutup Imam.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
3 Prajurit Gugur, TNI AD Berduka!
Liburan Sambil Belajar Sains Lewat Museum Iptek TMII
Perbaiki Tanggul Irigasi Makam, Warga Palopo Temukan Granat Nanas
3
B-FILES
Harga yang Tak Terlihat, Masa Depan yang Terancam
Rio Abdurachman P
Hari Fitri Benahi Diri: Ujian Integritas di Tengah Bayang Korupsi
Muhammad Ishar Helmi
TNI Menunggu Hasil Investigasi Terkait Gugurnya 3 Prajurit di Lebanon




