Parade Sambut Derbi Liga Peru Berubah Tragedi, 1 Tewas dan 47 Terluka
Sabtu, 4 April 2026 | 22:07 WIB
Jakarta, Beritasatu.com — Kegiatan parade “flag-waving” yang digelar oleh suporter klub Alianza Lima menjelang laga klasik melawan Universitario de Deportes berujung tragedi di Peru. Insiden tersebut menyebabkan satu orang tewas dan sedikitnya 47 lainnya mengalami luka-luka.
Peristiwa terjadi pada Jumat (3/4/2026) waktu setempat di dalam stadion Alianza Lima, Peru. Hingga kini, penyebab pasti kejadian masih dalam penyelidikan, tetapi dugaan sementara mengarah pada efek desakan massa atau human avalanche.
Awalnya, otoritas Peru sempat menyebut insiden dipicu oleh runtuhnya dinding atau struktur stadion. Namun, informasi tersebut kemudian dibantah setelah dipastikan tidak ada kerusakan pada fasilitas stadion.
Kejadian berlangsung di tribun selatan, yang biasa ditempati kelompok suporter fanatik Alianza Lima. Diduga terjadi kelebihan kapasitas penonton, bahkan kemungkinan adanya keributan antarsuporter turut memperparah situasi.
Sejumlah video yang beredar di media sosial memperlihatkan massa berdesakan saat memasuki tribun yang sudah penuh. Tak lama kemudian, terdengar teriakan panik, dengan orang-orang saling berdesakan hingga ada yang terjatuh dan terinjak, termasuk anak-anak.
Akibat insiden tersebut, satu orang dilaporkan meninggal dunia akibat sesak napas. Sementara puluhan lainnya ditemukan dalam kondisi hampir tidak sadarkan diri di lokasi kejadian.
Pemerintah Kota Metropolitan Lima dan Pemerintah Distrik La Victoria menyatakan bahwa kegiatan “flag-waving” tersebut tidak memiliki izin resmi maupun jaminan keamanan.
Sementara itu, pihak klub Alianza Lima menyampaikan duka cita atas kejadian tersebut dan memastikan telah mengambil langkah penanganan darurat.
"Kami sangat menyesalkan kejadian ini. Sejak awal, protokol keamanan dan penanganan darurat segera diaktifkan untuk memberikan bantuan kepada para korban dan keluarga mereka," tulis pernyataan klub seperti dilansir dari ESPN.
Klub juga menyatakan akan bekerja sama dengan pihak berwenang untuk mengungkap penyebab pasti insiden.
"Kami bekerja sama secara penuh dan transparan dengan pihak berwenang guna membantu proses penyelidikan atas kejadian ini," lanjut pernyataan tersebut.
Administrator Alianza Lima, Fernando Cabada, mengatakan bahwa kegiatan “flag-waving” merupakan agenda yang biasa dilakukan dan sebelumnya tidak pernah menimbulkan insiden.
“Ini adalah kegiatan internal, bukan acara komersial atau berbayar. Ini bukan pertunjukan, melainkan hanya kehadiran suporter di stadion,” ujarnya.
Meski terjadi insiden, operator Liga 1 Peru memastikan pertandingan antara Universitario de Deportes melawan Alianza Lima tetap akan digelar sesuai jadwal dan tidak mengalami penundaan.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA LAINNYA
3 Prajurit Gugur, TNI AD Berduka!
Liburan Sambil Belajar Sains Lewat Museum Iptek TMII
Perbaiki Tanggul Irigasi Makam, Warga Palopo Temukan Granat Nanas
3
B-FILES
Harga yang Tak Terlihat, Masa Depan yang Terancam
Rio Abdurachman P
Hari Fitri Benahi Diri: Ujian Integritas di Tengah Bayang Korupsi
Muhammad Ishar Helmi
TNI Menunggu Hasil Investigasi Terkait Gugurnya 3 Prajurit di Lebanon




