ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Idulfitri dan Nyepi 2026 Berhimpitan, Ini Kata MUI Bali

Minggu, 22 Februari 2026 | 06:32 WIB
HH
HH
Penulis: Harumbi Prastya Hidayahningrum | Editor: HP
Ilustrasi salat Idulfitri.
Ilustrasi salat Idulfitri. (Antara)

Denpasar, Beritasatu.com - Majelis Ulama Indonesia (MUI) Provinsi Bali menilai berhimpitnya Hari Raya Idulfitri 1447 Hijriah dengan Hari Suci Nyepi Tahun Saka 1948 menjadi momentum istimewa untuk memperkuat kerukunan umat beragama di Bali.

Ketua MUI Bali, Mahrusun Hadyono mengatakan, perayaan dua hari besar keagamaan yang waktunya berdekatan ini merupakan kesempatan penting untuk membangun kembali harmonisasi antarumat beragama.

“Terkait berhimpitnya antara Hari Suci Nyepi Tahun Saka 1948 dan Idulfitri 1447 Hijriah merupakan momentum istimewa untuk menjalin dan membangun kembali kerukunan umat beragama antara keduanya,” kata Mahrusun di Denpasar, dikutip dari Antara, Minggu (22/2/2026).

ADVERTISEMENT

Tahun ini, Hari Suci Nyepi jatuh pada 19 Maret 2026, sedangkan Idulfitri diperkirakan pada 21 Maret 2026 atau hanya berselisih dua hari. Bahkan pada sebagian organisasi Islam, perayaan Idul Fitri berpotensi hanya berjarak satu hari dari Nyepi.

Menurut Mahrusun, momen berhimpitnya Nyepi dan Lebaran tidak selalu terjadi setiap tahun, sehingga menjadi peristiwa istimewa bagi masyarakat Bali yang hidup dalam keberagaman.

Momentum ini, lanjutnya, menjadi kesempatan bagi umat Hindu dan Muslim di Bali untuk semakin menunjukkan sikap toleransi dan saling menghormati dalam kehidupan bermasyarakat.

MUI Bali juga meminta seluruh masyarakat, khususnya umat Muslim, agar menaati arahan bersama terkait pelaksanaan Nyepi. Hal ini karena rangkaian Catur Brata Penyepian berlangsung lebih dahulu, sementara umat Islam masih menjalankan ibadah tarawih menjelang Idulfitri.

“Khususnya umat Muslim agar menaati dan memenuhi seruan bersama terkait pelaksanaan Hari Suci Nyepi yang bersamaan dengan jelang perayaan Idulfitri, tetap menjaga kerukunan antara kedua umat beragama,” ujarnya.

Mahrusun menegaskan, menjaga toleransi saat perayaan hari raya bukanlah hal sulit bagi masyarakat Bali. Ia mengingatkan, situasi yang lebih menantang pernah terjadi pada 2004, ketika Nyepi dan Idulfitri berlangsung pada hari yang sama.

“Hal tersebut berdasarkan kejadian beberapa tahun yang lalu tahun 2004. Saat itu Nyepi bersamaan dengan hari Idulfitri, tetapi berjalan lancar, Hari suci Nyepi juga berjalan khidmat, ini karena kearifan kedua tokoh agama,” kata dia.

MUI Bali berharap komunikasi antartokoh agama dan masyarakat terus diperkuat agar suasana pada Maret 2026 tetap kondusif, khidmat, dan penuh toleransi. Keberhasilan menjaga harmoni ini dinilai menjadi contoh nyata kerukunan umat beragama di Indonesia, khususnya di Bali.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA TERKAIT

Remisi Lebaran 2026 Tembus 155.908, Ribuan Napi Langsung Bebas

Remisi Lebaran 2026 Tembus 155.908, Ribuan Napi Langsung Bebas

MULTIMEDIA
Tradisi Sekura Lampung Barat Kian Memikat, Ribuan Orang Turun ke Jalan

Tradisi Sekura Lampung Barat Kian Memikat, Ribuan Orang Turun ke Jalan

NUSANTARA
Ma’ruf Amin Tekankan Halalbihalal Bukan Sekadar Tradisi

Ma’ruf Amin Tekankan Halalbihalal Bukan Sekadar Tradisi

NASIONAL
Salat Id 2026, Lucinta Luna Tampil dengan Pakaian Muslim Pria

Salat Id 2026, Lucinta Luna Tampil dengan Pakaian Muslim Pria

LIFESTYLE
Lebaran 2026, Golkar Ajak Masyarakat Perkuat Persatuan Bangsa

Lebaran 2026, Golkar Ajak Masyarakat Perkuat Persatuan Bangsa

NASIONAL
Putin Ucapkan Selamat Idulfitri, Apresiasi Muslim Rusia

Putin Ucapkan Selamat Idulfitri, Apresiasi Muslim Rusia

INTERNASIONAL

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT