Tradisi Tahunan Banjarnegara, Ribuan Warga Serbu Gunungan Hasil Bumi
Sabtu, 4 April 2026 | 13:54 WIB
Banjarnegara, Beritasatu.com - Sorak sorai ribuan warga pecah di alun-alun saat lima gunungan hasil bumi mulai diperebutkan dalam tradisi tahunan di Kabupaten Banjarnegara, Jawa Tengah, Sabtu (4/4/2026).
Dalam hitungan menit, gunungan berisi aneka sayuran dan hasil panen itu ludes tak tersisa. Warga yang telah menanti sejak pagi langsung menyerbu untuk mendapatkan bagian yang diyakini membawa berkah.
Tradisi rebutan gunungan ini menjadi puncak peringatan hari jadi Kabupaten Banjarnegara. Sebelum diperebutkan, gunungan terlebih dahulu dikirab sejauh sekitar tiga kilometer, diiringi berbagai atraksi budaya yang memadati pusat kota.
Sejak pagi, ribuan warga telah memadati kawasan alun-alun. Antusiasme terlihat saat mereka mengikuti jalannya kirab hingga gunungan tiba di lokasi. Suasana semakin meriah ketika rombongan kirab budaya bersama pejabat daerah mengarak gunungan mengelilingi kota.
Setelah didoakan, lima gunungan hasil bumi tersebut langsung menjadi sasaran warga. Dorong-dorongan pun tak terhindarkan, karena semua ingin mendapatkan bagian dari gunungan.
“Tadi dapat melon, buah naga, jambu, semangka sama salak. Dari depan sampai dorong-dorongan biar dapat gunungannya. Memang momen yang ditunggu tiap tahun,” ujar Koniyah, salah satu warga.
Hal serupa disampaikan Tarsih yang berhasil membawa pulang hasil panen dari gunungan.
“Dapat kacang, jagung, ada buncis sama daun bawang. Katanya ini bisa membawa keberkahan. Harapannya Banjarnegara semakin maju dan makmur,” katanya.
Bupati Banjarnegara, Amalia Desiana, menegaskan bahwa gunungan bukan sekadar tradisi, melainkan simbol rasa syukur masyarakat atas melimpahnya hasil alam daerah.
“Gunungan ini sebagai wujud rasa syukur atas potensi alam Banjarnegara,” ujarnya.
Ia menjelaskan, tahun ini terdapat lima gunungan yang dikirab. Jumlah tersebut merepresentasikan potensi dari berbagai wilayah sekaligus menjadi simbol kebersamaan masyarakat.
“Antusiasme masyarakat luar biasa. Ini menunjukkan kuatnya kebersamaan dan rasa memiliki terhadap daerah,” kata Amalia.
Selain sebagai tradisi budaya, kirab gunungan juga diharapkan mampu mendorong perekonomian lokal. Pemerintah daerah menargetkan kegiatan ini dapat menggerakkan pelaku UMKM serta menarik kunjungan wisatawan ke Banjarnegara.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
Trump Larang Pungutan di Selat Hormuz
B-FILES
Diplomasi Internasional demi Benefit Nasional
Khamami Zada
Negara yang Ikut Berkurban
Timothy Ivan Triyono
62 Persen Jemaah Haji Indonesia Telah Kembali ke Tanah Air




