45.500 Gelas Dawet Ayu Pecahkan Rekor Dunia di Banjarnegara
Sabtu, 28 Februari 2026 | 11:25 WIB
Banjarnegara, Beritasatu.com — Kabupaten Banjarnegara, Jawa Tengah, mencatatkan prestasi unik bertepatan dengan peringatan hari jadi ke-455. Daerah ini berhasil memecahkan rekor Museum Rekor Dunia Indonesia (Muri) melalui kegiatan minum 45.500 gelas dawet ayu secara serentak.
Kegiatan tersebut digelar dalam suasana Ramadan dan dilaksanakan tepat saat waktu berbuka puasa pada Jumat (27/2/2026). Ribuan warga turut ambil bagian dalam aksi minum minuman khas Banjarnegara tersebut secara bersamaan.
Kepala Muri Semarang Ari Andriani mengatakan, pencapaian ini melampaui target yang ditentukan. Menurutnya, rekor yang tercatat bukan sekadar rekor nasional, tetapi juga masuk kategori rekor dunia.
“Rekor sebelumnya tercatat sebanyak 11.999 gelas. Untuk memecahkannya minimal harus lebih dari 10 persen. Namun, hari ini jumlahnya hampir empat kali lipat, sehingga kami kukuhkan sebagai rekor dunia,” ujar Ari.
Ia menambahkan, keistimewaan kegiatan ini tidak hanya terletak pada jumlah peserta, tetapi juga pada nilai budaya yang melekat pada minuman tradisional tersebut.
“Dawet ayu bukan sekadar minuman khas daerah. Di dalamnya terdapat sejarah, budaya, dan kearifan lokal masyarakat Banjarnegara,” katanya.
Kegiatan minum dawet ayu secara massal dipusatkan di alun-alun Banjarnegara. Selain itu, acara serupa juga digelar di 20 kecamatan yang terhubung secara daring sehingga partisipasi masyarakat makin luas.
Bupati Banjarnegara Amalia Desiana mengapresiasi keterlibatan berbagai pihak dalam menyukseskan pemecahan rekor tersebut.
“Terima kasih dan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh elemen masyarakat. Tidak hanya yang hadir di alun-alun, tetapi juga warga di 20 kecamatan yang ikut menyukseskan pemecahan rekor ini,” ujar Amalia.
Ia berharap pencapaian ini mampu memperkuat promosi daerah sekaligus mengangkat potensi kuliner lokal agar makin dikenal luas. “Sebagai ikon Banjarnegara, dawet ayu tidak hanya digemari masyarakat lokal, tetapi juga berpotensi dikenal hingga tingkat dunia,” tuturnya.
Amalia menegaskan peringatan hari jadi ke-455 Banjarnegara tidak hanya sekadar perayaan seremonial. Momentum tersebut menjadi pengingat perjalanan panjang daerah dalam membangun masa depan yang lebih baik.
“Semangatnya adalah bagaimana kita mewariskan Banjarnegara yang lebih maju, lebih sejahtera, dan alam yang tetap terjaga bagi generasi mendatang,” katanya.
Di tengah suasana Ramadan, tegukan manis dawet ayu yang dinikmati ribuan warga itu tidak hanya menandai waktu berbuka puasa, tetapi juga menjadi bagian dari sejarah baru yang mengangkat tradisi lokal Banjarnegara ke panggung dunia.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA LAINNYA
AS-Israel Serang Fasilitas Petrokimia Iran
B-FILES
Harga yang Tak Terlihat, Masa Depan yang Terancam
Rio Abdurachman P
Hari Fitri Benahi Diri: Ujian Integritas di Tengah Bayang Korupsi
Muhammad Ishar Helmi
Prabowo Sambut 3 Jenazah Prajurit TNI di Bandara Soekarno-Hatta




