Rusia dan Belarus Siap Kerja Sama Antariksa dengan Indonesia
Sabtu, 4 April 2026 | 15:56 WIB
Jakarta, Beritasatu.com – Rusia dan Belarus menyatakan kesiapan menjalin kerja sama dengan Indonesia dalam pembangunan infrastruktur antariksa dan eksplorasi ruang angkasa.
Duta Besar Rusia untuk Indonesia Sergei Tolchenov mengatakan negaranya memiliki pengalaman luas dalam pembangunan infrastruktur antariksa.
"Kami sekarang sedang membangun landasan peluncuran baru di Timur Jauh Rusia (Russia Far East). Jadi, itu berarti kami memiliki banyak keterampilan, pengalaman, dan kami siap bekerja sama," kata Tolchenov saat acara peletakan karangan bunga di Monumen Yuri Gagarin, Jakarta Selatan, Sabtu (4/4/2026).
Dikutip dari Antara, Tolchenov menyebut Rusia saat ini juga tengah bernegosiasi dengan Pemerintah Indonesia terkait kerja sama tersebut. Tolchenov berharap proses negosiasi berjalan konstruktif.
Senada, Duta Besar Belarus untuk Indonesia Raman Ramanouski menyampaikan negaranya terbuka untuk kerja sama eksplorasi ruang angkasa dengan Indonesia.
"Belarus memiliki satelit sendiri yang juga mencakup wilayah Asia Tenggara, termasuk Indonesia, dan kami sangat menantikan dan terbuka untuk bekerja sama dengan Indonesia di bidang eksplorasi ruang angkasa," kata Ramanouski.
Indonesia telah lama mengkaji Pulau Biak, Papua sebagai lokasi peluncuran satelit komunikasi. Lokasi ini juga berpotensi dimanfaatkan negara lain untuk peluncuran satelit.
Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) mempercepat pembangunan Bandar Antariksa Nasional di Pulau Biak. Langkah ini bertujuan meningkatkan kemandirian akses antariksa serta daya saing Indonesia di tingkat global.
Pembangunan bandar antariksa memiliki dasar hukum kuat, antara lain Undang-Undang Nomor 21 Tahun 2013 tentang Keantariksaan, Peraturan Presiden Nomor 45 Tahun 2017, serta Peraturan Pemerintah Nomor 7 Tahun 2023 yang menekankan aspek technology safeguard.
Plt Deputi Bidang Kebijakan Pembangunan BRIN Anugerah Widiyanto mengatakan kajian pembangunan di Biak telah dilakukan sejak 1990 dan perlu diperbarui sesuai perkembangan teknologi dan kebutuhan nasional.
Pulau Biak dinilai memiliki keunggulan geografis karena dekat dengan garis khatulistiwa. Kondisi ini memungkinkan efisiensi energi dan biaya peluncuran roket ke orbit rendah bumi atau low earth orbit (LEO).
Pertumbuhan ekonomi antariksa global juga membuka peluang bagi Indonesia untuk terlibat lebih aktif dalam industri peluncuran dan jasa antariksa.
Acara tersebut digelar Kedutaan Besar Rusia dalam rangka memperingati Hari Kosmonautika setiap 12 April, untuk mengenang penerbangan pertama manusia ke luar angkasa oleh Yuri Gagarin.
Sejumlah duta besar turut hadir, antara lain Duta Besar Rusia untuk ASEAN Evgeny Zagaynov, Duta Besar Armenia Serob Bejanyan, Duta Besar Belarus Raman Ramanouski, Duta Besar Kazakhstan Serzhan Abdykarimov, serta Duta Besar Uzbekistan Oybek Eshonov.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
PSEL Makassar Akan Olah Ribuan Ton Sampah Jadi Energi Listrik
MK: Kerugian Negara Ditentukan BPK!
Pilot Hilang, AS Hadapi Tantangan Berat Pencarian
B-FILES
Harga yang Tak Terlihat, Masa Depan yang Terancam
Rio Abdurachman P
Hari Fitri Benahi Diri: Ujian Integritas di Tengah Bayang Korupsi
Muhammad Ishar Helmi
Salah Bakal Hengkang dari Liverpool, Slot: Jangan Salahkan Saya!




