Rusia Diduga Kirim Drone Canggih ke Iran
Sabtu, 28 Maret 2026 | 09:37 WIB
London, Beritasatu.com - Rusia dilaporkan mengirimkan sejumlah drone ke Iran, termasuk versi yang telah ditingkatkan dari teknologi drone yang sebelumnya dipasok Teheran ke Moskwa saat invasi ke Ukraina.
Informasi ini diungkap oleh pejabat Amerika Serikat dan Eropa kepada Associated Press, Jumat (27/3/2026). Pengiriman tersebut terjadi di tengah meningkatnya konflik di Timur Tengah, yaitu Iran telah melancarkan serangan drone secara intensif ke Israel, negara-negara Teluk, serta pangkalan militer Amerika Serikat selama lebih dari sebulan.
Meski Iran memiliki stok drone Shahed sendiri, Rusia disebut telah menyempurnakan teknologi tersebut selama perang di Ukraina, termasuk peningkatan pada sistem navigasi dan kemampuan tempur.
Seorang pejabat intelijen Eropa menyebutkan pembicaraan antara Rusia dan Iran terkait transfer drone berlangsung sangat intens dalam beberapa waktu terakhir. Namun, belum jelas apakah pengiriman ini hanya sekali atau merupakan bagian dari kerja sama berkelanjutan.
Pada sisi lain, Gedung Putih menegaskan bantuan militer dari negara lain tidak memengaruhi keberhasilan operasi militer AS. Pemerintah AS mengeklaim telah menghancurkan lebih dari 140 kapal angkatan laut Iran serta menyerang lebih dari 10.000 target, yang berdampak pada penurunan signifikan serangan drone dan rudal Iran.
Intelijen Eropa juga mengungkap kemungkinan pengiriman drone dilakukan secara terselubung. Dua konvoi truk dari Rusia yang disebut membawa bantuan kemanusiaan dilaporkan memasuki Iran melalui Azerbaijan.
Sebanyak tujuh truk yang membawa sekitar 150 ton makanan dan bantuan lainnya telah melintasi perbatasan menuju wilayah Astara di Iran. Selain itu, Rusia juga mengirimkan ratusan ton obat-obatan melalui jalur kereta.
Meski demikian, jumlah drone yang dikirim diperkirakan tidak besar dan kemungkinan lebih bersifat simbolis untuk menjaga hubungan strategis antara Moskow dan Teheran.
Kerja sama militer antara kedua negara tidak hanya sebatas pengiriman drone. Menurut intelijen Inggris, Rusia hampir pasti memberikan pelatihan dan dukungan intelijen kepada Iran, termasuk dalam penggunaan drone dan teknologi perang elektronik.
Sebaliknya, Iran juga berbagi informasi secara aktif dengan Rusia. Bahkan, pejabat Rusia disebut telah mengetahui lebih dahulu kematian Ali Larijani sebelum diumumkan secara luas.
Meski begitu, hubungan kedua negara tidak selalu mulus. Iran sempat merasa kecewa karena Rusia tidak memberikan dukungan saat konflik dengan Israel pada 2025, yang berujung pada serangan terhadap fasilitas nuklir Iran.
Juru Bicara Kremlin, Dmitry Peskov, membantah laporan pengiriman drone tersebut dan menyebutnya sebagai berita palsu. Rusia diketahui telah mengembangkan drone Shahed dengan berbagai peningkatan teknologi, seperti penggunaan mesin jet, kamera pengintai, sistem antijamming canggih, hingga kecerdasan buatan (AI).
Beberapa drone bahkan dirancang sebagai umpan tanpa bahan peledak untuk mengelabui sistem pertahanan udara musuh. Selain itu, ada pula varian yang mampu beroperasi menggunakan jaringan satelit seperti Starlink.
Pengembangan ini berpotensi meningkatkan kemampuan serangan Iran secara signifikan, sekaligus menyulitkan sistem pertahanan udara milik AS dan sekutunya di kawasan Timur Tengah.
Drone bermesin jet, misalnya, memiliki kecepatan lebih tinggi sehingga lebih sulit dicegat. Hal ini memaksa AS untuk mengandalkan senjata canggih dengan biaya tinggi untuk menghadapi ancaman tersebut.
Dengan meningkatnya kerja sama militer antara Rusia dan Iran, situasi keamanan global diperkirakan akan semakin kompleks, terutama bagi AS dan sekutunya yang kini menghadapi tantangan teknologi militer yang semakin maju.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
PSEL Makassar Akan Olah Ribuan Ton Sampah Jadi Energi Listrik
MK: Kerugian Negara Ditentukan BPK!
Pilot Hilang, AS Hadapi Tantangan Berat Pencarian
B-FILES
Harga yang Tak Terlihat, Masa Depan yang Terancam
Rio Abdurachman P
Hari Fitri Benahi Diri: Ujian Integritas di Tengah Bayang Korupsi
Muhammad Ishar Helmi
Salah Bakal Hengkang dari Liverpool, Slot: Jangan Salahkan Saya!




