Serangan Drone di Kedubes AS Riyadh, Iran Tuduh Israel
Sabtu, 4 April 2026 | 15:08 WIB
Teheran, Beritasatu.com - Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) membantah keterlibatan dalam serangan drone terhadap Kedutaan Besar Amerika Serikat di Riyadh. Iran justru menuding Israel sebagai pihak yang bertanggung jawab atas insiden tersebut.
Pernyataan ini muncul setelah The Wall Street Journal melaporkan serangan yang sebelumnya dikaitkan dengan Iran menyebabkan kerusakan lebih besar dari yang diakui otoritas Arab Saudi.
Dalam laporan tersebut, Kementerian Pertahanan Arab Saudi awalnya menyebut insiden itu sebagai kebakaran terbatas dengan kerusakan ringan. Namun, kebakaran dilaporkan berlangsung selama berjam-jam dan menimbulkan kerusakan yang lebih luas.
IRGC mengecam laporan tersebut dan menegaskan tidak ada keterlibatan angkatan bersenjata Iran dalam serangan itu.
“Serangan tersebut sama sekali tidak ada kaitannya dengan angkatan bersenjata Iran,” demikian pernyataan IRGC dilansir dari Al Jazeera, Sabtu (4/4/2026).
IRGC juga menuding serangan tersebut merupakan bagian dari strategi Israel di kawasan. Mereka menyebut insiden itu pasti dilakukan oleh kelompok zionis Israel.
Lebih lanjut, IRGC memperingatkan negara-negara Muslim untuk waspada terhadap apa yang disebut sebagai upaya provokasi di kawasan.
Menurut IRGC, negara-negara tetangga perlu mengantisipasi niat provokatif gerakan Amerika-zionis yang berupaya mengacaukan dan menghancurkan kawasan.
Pernyataan saling tuding ini semakin memperkeruh situasi geopolitik di Timur Tengah yang tengah memanas, serta meningkatkan ketidakpastian terkait aktor di balik serangan tersebut.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
Trump Larang Pungutan Biaya di Selat Hormuz
B-FILES
Diplomasi Internasional demi Benefit Nasional
Khamami Zada
Negara yang Ikut Berkurban
Timothy Ivan Triyono
Piala Dunia 2026: 2 Gol Undav Bawa Jerman Comeback Lawan Pantai Gading




