ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Pemudik Motor Antre di Gilimanuk, Mayoritas Pilih Berangkat Malam

Senin, 16 Maret 2026 | 10:44 WIB
SH
RA
Penulis: Sopian Hadi | Editor: RP
Pemudik dengan menggunakan kendaraan roda dua sudah mulai memadati pintu masuk pelabuhan Gilimanuk, Senin 16 Maret 2026.
Pemudik dengan menggunakan kendaraan roda dua sudah mulai memadati pintu masuk pelabuhan Gilimanuk, Senin 16 Maret 2026. (Beritasatu.com/Sopian Hadi)

Negara, Beritasatu.com — Antrean pemudik sepeda motor mulai terlihat di Pelabuhan Gilimanuk, Kabupaten Jembrana, Bali, pada Senin (16/3/2026) pagi. Sebagian besar pemudik roda dua memilih berangkat pada malam hingga dini hari untuk menyeberang menuju Pulau Jawa guna menghindari terik matahari selama perjalanan.

Selain sepeda motor, kendaraan roda empat dan bus juga mulai memasuki kawasan pelabuhan untuk melakukan penyeberangan. Namun, pemudik yang menggunakan sepeda motor terlihat lebih ramai pada malam hingga pagi hari dibandingkan siang atau sore.

Sebagian pemudik juga mengaku baru memiliki waktu berangkat menjelang Hari Raya Idulfitri 1447 Hijriah sehingga memilih memulai perjalanan pada malam hari.

ADVERTISEMENT

Seperti salah satu pemudik, Alfin, yang hendak pulang ke kampung halamannya di Jember, Jawa Timur, ia mengaku sengaja memulai perjalanannya pada malam hari karena ingin menghindari kemacetan serta panas matahari siang. 

“Saya melakukan perjalanan selama 7 jam dari Denpasar hingga Gilimanuk. Saya memilih berangkat malam hari karena lebih enak, tidak panas di perjalanan,” ujar Alfin kepada Beritasatu.com, Senin (16/3/2026). 

Hal senada juga disampaikan pemudik lainnya, Rasyid yang hendak pulang kampung ke Probolinggo, Jawa Timur. Ia mengaku baru bisa berangkat pada malam hari setelah menyelesaikan pekerjaannya.

“Ya, saya harus menyelesaikan kerjaan dahulu agar dapat bayaran. Selama 4 jam di perjalanan, enak saja berangkat malam, tidak panas. Tadi sempat hujan di perjalanan, tetapi tidak masalah tetap berangkat,” ucapnya. 

Meski antrean mulai terlihat, kepadatan kendaraan pada Senin pagi ini belum terlalu signifikan. Kondisi tersebut sangat kontras dengan yang terjadi pada Minggu (15/3/2026), ketika kemacetan kendaraan roda empat, bus, maupun truk pengangkut barang mencapai sekitar 39 kilometer, dari Pelabuhan Gilimanuk hingga Kota Negara.

Untuk mengantisipasi lonjakan arus mudik Lebaran 2026, PT Angkutan Sungai, Danau, dan Penyeberangan (ASDP) Indonesia Ferry menyiagakan 35 unit kapal feri yang beroperasi nonstop di lintasan Ketapang–Gilimanuk. Dari jumlah tersebut, lima kapal berukuran besar ditambahkan untuk membantu mengurai antrean kendaraan.

Seluruh kapal beroperasi selama 24 jam dengan pola tiba, bongkar, dan muat guna mempercepat proses penyeberangan. Lima kapal besar tersebut diprioritaskan untuk bersandar di dermaga Gilimanuk guna memaksimalkan kapasitas angkut penumpang dan kendaraan.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA TERKAIT

Survei ITS: Kereta Api Jadi Moda Paling Memuaskan Saat Lebaran 2026

Survei ITS: Kereta Api Jadi Moda Paling Memuaskan Saat Lebaran 2026

NASIONAL
Bandara Soetta Layani 3,1 Juta Penumpang Saat Lebaran 2026

Bandara Soetta Layani 3,1 Juta Penumpang Saat Lebaran 2026

BANTEN
Kemenhub: Pergerakan Mudik 2026 Mencapai 147,55 Juta Orang

Kemenhub: Pergerakan Mudik 2026 Mencapai 147,55 Juta Orang

JAKARTA
Kakorlantas Sebut Arus Mudik dan Balik 2026 Terkendali

Kakorlantas Sebut Arus Mudik dan Balik 2026 Terkendali

NASIONAL
Pelabuhan Bakauheni Layani 1,1 Juta Penumpang Saat Lebaran 2026

Pelabuhan Bakauheni Layani 1,1 Juta Penumpang Saat Lebaran 2026

NUSANTARA
Hari Terakhir Lebaran, 15.000 Penumpang Serbu Stasiun Pasar Turi

Hari Terakhir Lebaran, 15.000 Penumpang Serbu Stasiun Pasar Turi

JAWA TIMUR

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon