Satai Bebek Khas Cilegon Laris Manis Saat Ramadan
Minggu, 22 Februari 2026 | 10:33 WIB
Cilegon, Beritasatu.com — Bulan Ramadan membawa berkah bagi perajin kuliner di Kota Cilegon. Salah satu hidangan yang paling diburu warga saat berbuka puasa adalah satai bebek khas daerah tersebut yang dikenal gurih dan kaya rempah.
Sebagai kota industri sekaligus kota santri, Cilegon tidak hanya berkembang dari sisi ekonomi, tetapi juga memiliki ragam kuliner tradisional yang tetap bertahan. Satai bebek khas Cilegon menjadi salah satu sajian yang selalu ramai peminat, terutama ketika Ramadan tiba.
Setiap sore menjelang azan magrib, kawasan Bunderan Perumnas, Kecamatan Cibeber, dipadati warga yang mencari takjil dan hidangan utama. Aneka makanan dan minuman tersaji di sepanjang area tersebut, menciptakan suasana khas pasar Ramadan yang semarak.
Di antara berbagai pilihan menu, satai bebek menjadi salah satu primadona. Banyak keluarga memilihnya sebagai santapan utama setelah menikmati hidangan pembuka.
Para pembeli mengaku tertarik karena tekstur dagingnya empuk dan tidak alot, dengan racikan bumbu yang meresap hingga ke dalam. Cita rasanya yang kuat namun tetap seimbang membuat satai ini berbeda dari satai ayam maupun kambing.
Sri Kurniawati, salah satu pelanggan, mengaku hampir setiap hari membeli satai bebek untuk menu berbuka puasa bersama keluarganya.
“Selama tiga hari ini saya selalu membeli satai bebek untuk makan bersama keluarga saat buka puasa. Selain enak, harganya juga tidak terlalu mahal. Rasanya berbeda dari satai lainnya, jadi keluarga saya suka,” ujarnya.
Keistimewaan satai bebek khas Cilegon tidak hanya terletak pada jenis dagingnya, tetapi juga pada proses pengolahannya. Sebelum dibakar, daging bebek direbus terlebih dahulu bersama rempah-rempah seperti ketumbar, kunyit, jahe, lengkuas, dan daun salam. Cara ini membuat aroma amis hilang dan bumbu meresap sempurna.
Setelah dipotong kecil dan ditusuk, daging dibakar di atas bara arang. Aroma asap yang dihasilkan menambah sensasi rasa yang khas.
Tata, salah satu penjual di Bunderan Perumnas Cibeber, memastikan kualitas bahan baku tetap terjaga. “Satai ini asli dari bebek yang kami potong sendiri, lalu dipotong kecil-kecil dan ditusuk seperti satai pada umumnya,” kata Tata.
Perbedaan paling mencolok dibanding satai bebek dari daerah lain adalah penggunaan bumbu. Jika biasanya disajikan dengan kecap atau saus kacang, satai bebek khas Cilegon memakai bumbu rempah kental berwarna kemerahan dengan perpaduan rasa pedas dan sedikit manis.
“Yang unik dari satai bebek khas Cilegon itu bumbunya. Kami tidak pakai kecap atau bumbu kacang, tetapi racikan rempah kental yang rasanya pedas dan manis,” tambahnya.
Satai ini umumnya disajikan bersama lontong atau nasi hangat, dilengkapi bawang goreng dan acar sebagai pelengkap.
Dengan cita rasa autentik dan cara pengolahan yang masih mempertahankan tradisi, satai bebek khas Cilegon menjadi bagian penting dari identitas kuliner Banten yang patut terus dijaga dan dipromosikan.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
B-FILES
Harga yang Tak Terlihat, Masa Depan yang Terancam
Rio Abdurachman P
Hari Fitri Benahi Diri: Ujian Integritas di Tengah Bayang Korupsi
Muhammad Ishar Helmi
TNI Gelar Gladi Resik Sambut Jenazah Mayor Zulmi di Rumah Duka




