SEA Games 2019

Laga Lawan Laos, Timnas U-22 Mohon Doa

Laga Lawan Laos, Timnas U-22 Mohon Doa
Pelatih Timnas U-22 Indonesia Indra Sjafri melakukan sujud syukur seusai timnya mengalahkan Timnas Thailand dalam pertandingan Grup B SEA Games 2019 di Stadion Rizal Memorial, Manila, Filipina, Selasa 26 November 2019. ( Foto: Antara Foto / Sigid Kurniawan )
/ YUD Rabu, 4 Desember 2019 | 05:46 WIB

Binan, Beritasatu.com - Pelatih tim nasional U-22 Indonesia Indra Sjafri menganggap laga terakhir squad-nya di Grup B SEA Games 2019 kontra Laos bukanlah partai hidup mati.

"Bagi saya, tidak ada partai hidup mati di sepak bola. Yang penting, mohon doa agar kami bisa menang," ujar Indra di Stadion Binan, Binan, Filipina, Selasa (3/12/2019) malam.

Menurut pelatih asal Sumatera Barat itu, tidak ada yang perlu dikhawatirkan dari pertandingan melawan Laos meski timnya memiliki misi harus menang demi memastikan lolos ke semifinal.

Baca juga: Gasak Brunei 8-0, Timnas U-22 Terganggu Angin Kencang

Skuat berjuluk Garuda Muda, kata Indra, juga tidak menganggap tekanan yang datang kepada timnya sebagai beban.

"Yang jelas, kami menyiapkan tim sebaik mungkin," kata Indra.

Timnas U-22 Indonesia mengambil alih peringkat kedua Grup B SEA Games 2019 dari Thailand usai mengalahkan Brunei Darussalam dengan skor fantastis, 8-0, Selasa (3/12/2019) malam.

Poin Indonesia sama dengan Thailand di posisi ketiga yakni sembilan poin, tetapi squad Garuda Muda unggul satu poin selisih gol.

Sementara di puncak klasemen ada Vietnam dengan 12 poin juga dari empat pertandingan.

Baca juga: Pelatih Brunei Nilai Timnas U-22 Bakal Melaju ke Final

Situasi itu membuat Indonesia mau tidak harus memenangkan pertandingan pamungkasnya melawan Laos, Kamis (5/12/2019), dengan selisih gol sebesar-besarnya.

Sebab, di hari yang sama, Vietnam dan Thailand akan bersua di pertandingan terakhir mereka di Grup B. Jika laga ini tuntas dengan hasil imbang, maka Indonesia otomatis lolos ke semifinal kalau menang atas Laos.

Sebagai informasi, dalam aturan SEA Games 2019, tim terbaik ditentukan oleh selisih gol jika poin sama. Seandainya selisih gol tidak berbeda, tim terunggul dilihat dari agresivitas gol.



Sumber: ANTARA