Indra Sjafri Akan Bawa Isu Peningkatan Kualitas Pelatih Asia Tenggara ke AFC

Selasa, 10 Desember 2019 | 06:03 WIB
B
JS
Penulis: BeritaSatu | Editor: JAS
Pelatih Timnas U-22 Indonesia Indra Sjafri (ketiga kiri) bersama asisten dan ofisial memanjatkan doa setelah berlatih di Stadion Rizal Memorial, Manila, Filipina, Senin, 9 Desember 2019.
Pelatih Timnas U-22 Indonesia Indra Sjafri (ketiga kiri) bersama asisten dan ofisial memanjatkan doa setelah berlatih di Stadion Rizal Memorial, Manila, Filipina, Senin, 9 Desember 2019. (Antara/Sigid Kurniawan)

Manila, Beritasatu.com - Pelatih tim nasional U-22 Indonesia Indra Sjafri berjanji membawa isu kualitas pelatih Asia Tenggara ke Konfederasi Sepak Bola Asia (AFC) setelah dirinya terpilih menjadi anggota Komite Teknis AFC 2019-2023.

"Saya ingin membawa isu peningkatan pelatih Asia Tenggara di masa depan ke AFC," ujar Indra di Kompleks Olahraga Rizal Memorial, Manila, Filipina, Senin (10/12/2019).

Indra Sjafri ditunjuk sebagai anggota Komite Teknik AFC periode 2019-2023 yang diketuai Kohzo Tashima (Jepang) bersama 14 nama lain dari berbagai negara. Selain Indra, wakil lain dari kawasan ASEAN di komite tersebut yaitu Withaya Laohakul dari Thailand.

Pelatih asal Sumatera Barat tersebut memiliki keinginan para juru taktik Asia Tenggara bisa berjaya di negaranya sendiri.

Dengan kemampuan yang dimiliki, diharapkan di tahun-tahun berikutnya semakin sedikit negara-negara di kawasan ASEAN yang memercayakan tim nasionalnya ke pelatih asing.

Indonesia, lanjut Indra, sudah melakukannya yaitu untuk timnas usia muda yaitu U-16, U-19 dan U-22. Hasilnya tidak mengecewakan, di mana timnas U-16 asuhan Bima Sakti lolos ke Piala Asia U-16 2020, timnas U-19 yang ditangani Fakhri Husaini melaju ke Piala Asia U-19 2020 dan timnas U-22 yang ditanggungjawabi Indra Sjafri menjadi juara di Piala AFF U-22 2019.

Bukan cuma itu, Indra juga mengantar pasukannyanya ke final sepak bola putra SEA Games 2019 menghadapi Vietnam yang digelar pada Selasa (10/12) di Stadion Rizal Memorial, Manila, Filipina, mulai pukul 20.00 waktu setempat atau 19.00 WIB.

"Keuntungan Indonesia di SEA Games adalah memiliki pelatih dari negara sendiri," kata dia.

Sebelum tahun 2019, terakhir kali Indonesia lolos ke final SEA Games adalah pada tahun 2013, di mana kala itu Garuda Muda bertemu Thailand di babak pamungkas dan kalah 0-1.

Indonesia pun memiliki kesempatan besar untuk mencicipi medali emas sepak bola putra SEA Games untuk pertama kali sejak tahun 1991.



Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA TERKAIT

Drama SEA Games 2025: PSSI Copot Indra Sjafri dari Semua Posisi

Drama SEA Games 2025: PSSI Copot Indra Sjafri dari Semua Posisi

SPORT
Target Emas SEA Games 2025 Buyar, Indra Sjafri Resmi Didepak PSSI

Target Emas SEA Games 2025 Buyar, Indra Sjafri Resmi Didepak PSSI

SPORT
Gagal Lolos di SEA Games 2025, Indra Sjafri Pasang Badan

Gagal Lolos di SEA Games 2025, Indra Sjafri Pasang Badan

SPORT
Gagal pada SEA Games 2025, Indra Sjafri Bicara Nasibnya di Timnas

Gagal pada SEA Games 2025, Indra Sjafri Bicara Nasibnya di Timnas

SPORT
Derita Garuda Muda dan Noda Indra Sjafri di Thailand

Derita Garuda Muda dan Noda Indra Sjafri di Thailand

SPORT
Indra Sjafri Pasrah Nasib Indonesia Tergantung Vietnam vs Malaysia

Indra Sjafri Pasrah Nasib Indonesia Tergantung Vietnam vs Malaysia

SPORT

BERITA LAINNYA

Loading..
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon