Miris! Lulusan Perguruan Tinggi di Jakarta Masih di Bawah 50 Persen
Minggu, 27 April 2025 | 23:59 WIB
Jakarta, Beritasatu.com - Akses pendidikan tinggi masih menjadi tantangan besar bagi pelajar di Jakarta. Jumlah daya tampung dan lulusan perguruan tinggi negeri di Jakarta yang terbatas dan tingginya biaya kuliah di kampus swasta membuat persaingan masuk universitas semakin ketat.
Berdasarkan data dari Dinas Pendidikan (Disdik) Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jakarta, saat ini lulusan perguruan tinggi di Jakarta masih di bawah 50%. Hal ini disampaikan Kepala Bidang SMA Dinas Pendidikan Jakarta Ali Mukodas di sela-sela acara Turkish Universities Fair 2025 di Jakarta Convention Center (JCC) Senayan, Minggu (27/4/2025).
"Kita harus bangkit agar lulusan perguruan tinggi di Jakarta bisa lebih dari 50%. Ini salah satu ciri kota global, yang masyarakatnya mengenyam pendidikan tinggi di atas 50%," ujar Ali.
Program Kartu Jakarta Mahasiswa Unggul
Untuk mengatasi hambatan biaya, Pemprov Jakarta telah meluncurkan program Kartu Jakarta Mahasiswa Unggul (KJMU). Program ini memberikan bantuan pembiayaan bagi masyarakat kurang mampu untuk melanjutkan pendidikan di perguruan tinggi negeri maupun swasta, dengan syarat dan ketentuan tertentu.
Ali menekankan pentingnya sistem seleksi akademik yang ketat untuk memastikan kesiapan calon mahasiswa, serta pentingnya memilih jurusan yang sesuai dengan minat dan kemampuan.
Namun, ia juga mengingatkan dunia kerja saat ini tidak selalu linier dengan jurusan kuliah. Dia pun menekankan, yang terpenting adalah kreativitas terkait lulusan perguruan tinggi di Jakarta.
"Lulusan harus mampu beradaptasi, mengembangkan diri, dan tetap kompetitif walaupun bekerja di bidang yang berbeda dari jurusan kuliahnya," katanya.
Perbedaan Perguruan Tinggi Negeri dan Swasta
Ali menjelaskan perbedaan antara perguruan tinggi negeri, swasta, dan luar negeri. Menurutnya, biaya pendidikan di universitas negeri relatif lebih terjangkau karena adanya subsidi dari pemerintah.
Sementara itu, universitas luar negeri menawarkan keunggulan lain, seperti kesempatan belajar bahasa, budaya baru, dan jejaring internasional, terutama bila kampus tersebut masuk dalam jajaran top global.
Ali berharap pelajar Jakarta memanfaatkan peluang untuk studi ke luar negeri, termasuk di Turki, yang menurutnya memiliki kualitas pendidikan tinggi setara negara-negara Eropa.
"Pameran Turkish Universities Fair 2025 menjadi jembatan memperkenalkan pendidikan luar negeri kepada masyarakat Jakarta. Kami juga berharap ke depan program KJMU bisa diperluas ke luar negeri agar makin banyak anak Jakarta menempuh pendidikan di universitas-universitas top dunia," tutupnya terkait lulusan perguruan tinggi di Jakarta.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA LAINNYA
PSEL di Makassar Dipercepat untuk Atasi Praktik Open Dumping
Iran: Radiasi Nuklir Bisa Hancurkan Negara Teluk
3
B-FILES
Harga yang Tak Terlihat, Masa Depan yang Terancam
Rio Abdurachman P
Hari Fitri Benahi Diri: Ujian Integritas di Tengah Bayang Korupsi
Muhammad Ishar Helmi
Susunan Pemain Mallorca vs Madrid, Duo Mbappe-Brahim Diaz Jadi Tumpuan




