PDIP Sebut Gugurnya 3 Anggota TNI Momentum PBB Tindak Tegas Israel
Sabtu, 4 April 2026 | 20:14 WIB
Jakarta, Beritasatu.com - Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) menilai insiden yang menimpa delapan prajurit Tentara Nasional Indonesia (TNI) di Lebanon harus menjadi momentum bagi Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) untuk bertindak lebih tegas terhadap Israel.
Ketua DPP PDIP Said Abdullah menyampaikan duka atas gugurnya tiga prajurit TNI yang bertugas dalam misi perdamaian United Nations Interim Force in Lebanon (UNIFIL), serta lima prajurit lainnya yang mengalami luka-luka.
“Kita berduka atas gugurnya tiga prajurit TNI dan lima lainnya yang terluka saat menjalankan tugas perdamaian,” ujar Said dalam keterangannya, Sabtu (4/4/2026).
Menurutnya, serangan terhadap pasukan penjaga perdamaian PBB menunjukkan adanya sikap seolah kebal hukum. Ia menyebut sejak Oktober 2024 telah terjadi sekitar 25 kali serangan terhadap properti dan personel PBB di Lebanon. Said menilai tindakan berulang tersebut mencerminkan adanya impunitas, serupa dengan dugaan pelanggaran kemanusiaan yang terjadi di Gaza, Palestina.
“Dunia dan PBB seolah tak kuasa menahan kejahatan kemanusiaan yang dilakukan Israel,” tegasnya.
PDIP mendorong Dewan Hak Asasi Manusia PBB maupun negara-negara berdaulat untuk membawa kasus ini ke Mahkamah Pidana Internasional (ICC). Selain itu, Said juga meminta Israel bertanggung jawab secara terbuka, termasuk melalui pengakuan resmi di forum PBB, permintaan maaf, serta kesediaan menjalani proses hukum internasional.
Ia bahkan menyerukan negara-negara di dunia untuk mempertimbangkan pemutusan hubungan diplomatik dan kerja sama dengan Israel sebagai bentuk tekanan internasional. Said mencontohkan sejumlah negara Eropa yang mulai mengambil sikap, seperti Spanyol yang menarik duta besar, serta Prancis dan Denmark yang menolak penjualan senjata ke Israel.
Insiden ini menyebabkan tiga prajurit TNI gugur, yakni Kopda Farizal Rhomadhon, Mayor Infanteri Zulmi Aditya Iskandar, dan Sersan Kepala Muhammad Nur Ichwan. Kopda Farizal gugur akibat tembakan artileri di wilayah Lebanon selatan pada Minggu (29/3/2026). Sehari berselang, dua prajurit lainnya meninggal dunia saat konvoi yang mereka kawal diserang.
Selain itu, lima prajurit TNI lainnya mengalami luka, yakni Lettu Infanteri Sulthan Wirdean Maulana, Praka Deni Rianto, Praka Rico Pramudia, Praka Bayu Prakoso, dan Praka Arif Kurniawan. PDIP berharap peristiwa ini menjadi titik balik bagi PBB untuk menunjukkan ketegasan dalam menjaga perdamaian dunia serta melindungi pasukan penjaga perdamaian dari berbagai ancaman.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
B-FILES
Diplomasi Internasional demi Benefit Nasional
Khamami Zada
Negara yang Ikut Berkurban
Timothy Ivan Triyono
Piala Dunia 2026: 2 Gol Undav Bawa Jerman Comeback Lawan Pantai Gading




