Praka Rico Gugur Diserang Israel, Indonesia Desak PBB Investigasi
Sabtu, 25 April 2026 | 21:34 WIB
Jakarta, Beritasatu.com - Pemerintah Indonesia kembali mendesak Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) melakukan investigasi menyeluruh setelah kematian Praka Rico Pramudia, prajurit TNI yang tergabung dalam Pasukan Perdamaian PBB di Lebanon atau United Nations Interim Force in Lebanon (UNIFIL).
Praka Rico yang merupakan personel Kodam Iskandar Muda dari Batalyon Infanteri 114/Satria Musara, Brigif 25/Siwah, Bener Meriah, Aceh itu sempat dirawat intensif pascaterkena serangan Israel di Lebanon Selatan pada akhir Maret 2026, sebelum meninggal dunia.
Juru Bicara Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) Vahd Nabyl Achmad Mulachela mengatakan pemerintah memberikan penghormatan setinggi-tingginya kepada Praka Rico dan sedang berkoordinasi dengan UNIFIL untuk memastikan repatriasi jenazah dilakukan dengan segera dan penuh penghormatan.
"Berbagai langkah medis telah diupayakan. Namun akibat kondisi luka yang cukup berat, nyawa almarhum tidak dapat diselamatkan," kata Nabyl dalam keterangan resmi yang dibagikan Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) RI kepada media di Jakarta, Sabtu (25/4/2026).
Nabyl mengatakan Indonesia kembali mengutuk keras serangan Israel yang menyebabkan gugurnya penjaga perdamaian asal Indonesia.
Pemerintah menegaskan keselamatan dan keamanan personel penjaga perdamaian PBB tidak dapat ditawar. Oleh karena itu, serangan terhadap personel tersebut merupakan pelanggaran serius terhadap hukum internasional dan dapat dikategorikan sebagai kejahatan perang.
"Indonesia mendesak PBB untuk melakukan investigasi yang menyeluruh, transparan, dan akuntabel guna mengungkap fakta serta memastikan pertanggungjawaban atas insiden ini," kata Nabyl dikutip dari Antara.
Dengan gugurnya Praka Rico, maka Indonesia sudah kehilangan empat prajurit TNI yang bertugas bersama UNIFIL dalam sebulan terakhir.
Sebelumnya, Praka Farizal Rhomadhond dinyatakan gugur akibat serangan artileri pada 29 Maret 2026, peristiwa sama yang mengakibatkan Praka Rico terluka dan harus dirawat intensif.
Kemudian pada 30 Maret, dua personel TNI, yaitu Kapten Inf Zulmi Aditya Iskandar dan Sertu Muhammad Nur Ikhwan dinyatakan gugur saat konvoi pasukan yang mereka kawal diserang.
Dalam serangan pada 29-30 Maret dan 3 April, selain Praka Rico turut juga menyebabkan tujuh tentara TNI terluka.
Tidak hanya Indonesia, eskalasi ketengan di Lebanon juga menyebabkan Prancis kehilangan dua tentaranya yang bertugas bersama UNIFIL dalam serangan pada 18 April 2026.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
B-FILES
Diplomasi Internasional demi Benefit Nasional
Khamami Zada
Negara yang Ikut Berkurban
Timothy Ivan Triyono
Piala Dunia 2026: Belanda Berpesta Gol ke Gawang Swedia di Houston




