ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Komisi I DPR Desak PBB Evaluasi Keamanan Pasukan UNIFIL di Lebanon

Sabtu, 25 April 2026 | 13:15 WIB
HH
HH
Penulis: Harumbi Prastya Hidayahningrum | Editor: HP
Wakil Ketua Komisi I DPR Sukamta.
Wakil Ketua Komisi I DPR Sukamta. (Antara/Humas DPR)

Jakarta, Beritasatu.com - Wakil Ketua Komisi I DPR Sukamta meminta Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) melakukan evaluasi menyeluruh terhadap mekanisme perlindungan pasukan perdamaian dalam misi United Nations Interim Force in Lebanon (UNIFIL).

Permintaan tersebut disampaikan menyusul meningkatnya risiko keamanan di wilayah konflik, termasuk insiden gugurnya prajurit TNI, Praka Rico Pramudia.

"Kami mendorong PBB untuk melakukan evaluasi menyeluruh terhadap mandat dan mekanisme perlindungan pasukan UNIFIL, agar sesuai dengan realitas ancaman yang berkembang di lapangan," kata Sukamta dalam keterangan yang diterima di Jakarta, Sabtu (25/4/2026).

ADVERTISEMENT

Sukamta menegaskan, perlindungan terhadap personel misi perdamaian PBB harus menjadi prioritas utama dan tidak boleh diabaikan oleh pihak mana pun, termasuk pihak-pihak yang terlibat dalam konflik di kawasan tersebut.

"Kami memandang perlindungan terhadap personel PBB harus menjadi prioritas utama dan tidak boleh diabaikan oleh pihak mana pun, termasuk dalam dinamika konflik yang melibatkan Israel dan aktor lainnya di kawasan," ujarnya.

Selain itu, ia juga menekankan pentingnya investigasi yang transparan dan akuntabel atas insiden yang menyebabkan gugurnya Praka Rico. Hal ini diperlukan untuk memastikan kejelasan peristiwa serta pertanggungjawaban dari pihak terkait.

Pada sisi lain, Sukamta meminta Pemerintah Indonesia melakukan evaluasi menyeluruh terhadap aspek keamanan dan pola penugasan prajurit dalam misi perdamaian internasional.

"Pemerintah Indonesia perlu melakukan peninjauan komprehensif terhadap aspek keamanan, kesiapan, dan pola penugasan prajurit dalam misi perdamaian, tanpa mengurangi komitmen Indonesia sebagai kontributor aktif dalam menjaga stabilitas global," tuturnya.

Ia menambahkan, pengorbanan prajurit dalam misi perdamaian tidak boleh menjadi sia-sia. Setiap insiden harus menjadi bahan evaluasi untuk memperkuat sistem perlindungan dan dukungan bagi pasukan di lapangan.

Diketahui, Praka Rico Pramudia gugur setelah menjalani perawatan di Lebanon akibat menjadi korban ledakan peluru kendali yang menghantam markas UNIFIL pada Rabu (29/3/2026). Insiden tersebut mencerminkan meningkatnya eskalasi konflik di wilayah operasi pasukan perdamaian.

"Serangan yang terjadi di wilayah operasi UNIFIL menunjukkan bahwa situasi di lapangan telah mengalami eskalasi signifikan sehingga menempatkan pasukan penjaga perdamaian dalam risiko yang semakin tinggi," ucap Sukamta.

Sukamta juga menyampaikan dukacita mendalam atas gugurnya prajurit TNI tersebut.

"Kami menyampaikan dukacita yang mendalam atas gugurnya prajurit terbaik TNI dalam misi UNIFIL di Lebanon. Pengorbanan ini adalah bentuk nyata komitmen Indonesia dalam menjaga perdamaian dunia, sebagaimana amanat konstitusi," katanya.

Dengan gugurnya Praka Rico, total prajurit TNI yang meninggal dalam misi UNIFIL di Lebanon menjadi empat orang. Tiga prajurit lainnya adalah Mayor Infanteri Anumerta Zulmi Aditya Iskandar, Serka Anumerta Muhammad Nur Ichwan, dan Kopda Anumerta Farizal Rhomadhon.

"Semoga para prajurit yang gugur mendapatkan tempat terbaik di sisi Tuhan Yang Maha Esa dan keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan," kata Sukamta.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon