ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

PSEL di Makassar Dipercepat untuk Atasi Praktik Open Dumping

Sabtu, 4 April 2026 | 21:07 WIB
MA
H
Penulis: Muh Irwansyah A | Editor: HE
Menteri Lingkungan Hidup Hanif Faisol Nurofiq
Menteri Lingkungan Hidup Hanif Faisol Nurofiq (Beritasatu.com/Irfandi)

Makassar, Beritasatu.com – Menteri Lingkungan Hidup Hanif Faisol Nurofiq mendorong percepatan implementasi pengolahan sampah menjadi energi listrik (PSEL) di Makassar sebagai langkah konkret menghentikan praktik open dumping di tempat pembuangan akhir (TPA).

Komitmen tersebut disampaikan saat penandatanganan kerja sama PSEL lintas daerah antara Pemerintah Kota Makassar, Kabupaten Gowa, dan Maros di rumah jabatan gubernur Sulawesi Selatan, Sabtu (4/4/2026).

Hanif menegaskan, proyek PSEL bukan sekadar program daerah, tetapi bagian dari strategi nasional jangka panjang untuk mengatasi persoalan sampah yang semakin kompleks.

“Ini suatu langkah panjang yang telah dilakukan. Pelaksanaan kegiatan ini diharapkan mampu memotong generasi dari pengelolaan sampah sekarang ini,” kata Hanif.

ADVERTISEMENT

Ia juga menyoroti urgensi percepatan proyek di kawasan perkotaan, seperti Makassar dan wilayah aglomerasi Mamminasata, mengingat timbulan sampah yang terus meningkat hingga sekitar 1.000 ton per hari.

Menurutnya, PSEL menjadi solusi strategis karena mampu mengurangi volume sampah sekaligus mengubahnya menjadi energi listrik.

“Pengembangan PSEL ini adalah langkah penting untuk menjawab persoalan timbulan sampah perkotaan yang terus meningkat,” tegasnya.

Kolaborasi lintas daerah dinilai sebagai model ideal karena persoalan sampah tidak bisa diselesaikan secara parsial, melainkan membutuhkan sinergi antarwilayah.

Sementara itu, Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin menjelaskan, kerja sama dengan Gowa dan Maros dilakukan melalui pendekatan aglomerasi agar pengelolaan sampah lebih terpadu.

Munafri menyebutkan, timbulan sampah di Makassar mencapai sekitar 800 ton per hari, dengan kapasitas pengangkutan sekitar 67%. Apabila ditambah pasokan dari Gowa sekitar 150 ton dan Maros 50 ton per hari, fasilitas PSEL diproyeksikan mampu mengolah hingga 1.000 ton sampah per hari.

Selain itu, fasilitas ini juga diperkirakan dapat menghasilkan energi listrik sebesar 20 hingga 25 MegaWatt.

Pemkot Makassar juga telah menyiapkan lahan sekitar 10 hektare di kawasan TPA Tamangapa, dengan kebutuhan efektif sekitar 7 hektare untuk pembangunan PSEL.

Fasilitas ini tidak hanya mengolah sampah baru, tetapi juga memanfaatkan timbunan sampah lama yang masih memiliki potensi.

“Karena 20% sampai 25% sampah yang ada di TPA masih bisa dipakai sebagai bahan baku,” jelasnya.

Munafri menambahkan, PSEL merupakan bagian dari solusi hilir yang terintegrasi dengan pembenahan sistem persampahan secara menyeluruh, termasuk transisi dari open dumping ke sanitary landfill, serta penguatan pengelolaan dari hulu.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon