Jakarta Luncurkan AI Talent Management Pertama pada Sektor Kesehatan
Minggu, 4 Mei 2025 | 11:14 WIB
Jakarta, Beritasatu.com - Dinas Kesehatan Jakarta meluncurkan dua program unggulan, yaitu Smart Posyandu dan AI Talent Management, sebagai bagian dari langkah strategis menuju Jakarta sebagai Kota Sehat Global. Peluncuran dua program unggulan itu dilakukan saat rapat kerja kesehatan daerah (rakerkesda) 2025 di Balai Agung, Balai Kota DKI Jakarta, pekan ini.
Mengangkat tema “Menyongsong 5 Abad Jakarta Kota Sehat Global: Connecting Multi Dimensions of Health toward Jakarta Global City”, rakerkesda 2025 menjadi tonggak penting dalam penyusunan peta jalan sistem kesehatan yang modern, kolaboratif, dan berbasis teknologi.
Jakarta menjadi provinsi pertama di Indonesia yang menerapkan AI Talent Management dalam sektor kesehatan. Program ini terwujud berkat kolaborasi strategis antara ACT Consulting International (ESQ), Lintasarta, Indosat Ooredoo Hutchison, serta dukungan teknologi dari NVIDIA, perusahaan global di bidang AI.
Kepala Dinas Kesehatan Jakarta Ani Rupitawati menjelaskan, sistem ini dirancang untuk mengukur Job Fit dan Culture Fit secara menyeluruh dan terukur terhadap pegawai Dinas Kesehatan.
“Proses berbasis AI ini sangat memudahkan kami mendapatkan gambaran yang detail terkait penerapan budaya kerja SDM. Hasil pengukuran ini menjadi dasar perbaikan ke depan,” ujarnya dalam keterangan, Sabtu (3/5/2025).
AI Talent Management mampu mengidentifikasi talent fit (kecenderungan alami seseorang), job fit (kesesuaian antara talenta dan kompetensi kerja), dan culture fit (kecocokan nilai dengan organisasi). Evaluasi SDM kini tak hanya melihat hard skill, tetapi juga soft skill dan potensi kepemimpinan.
Pendiri ESQ Corp Ary Ginanjar Agustian, menyambut positif langkah inovatif Pemprov dan Dinkes DKI Jakarta. “Put the right man in the right place adalah kunci sukses. Dengan AI, penempatan SDM di berbagai layanan, termasuk Smart Posyandu, bisa lebih cepat, tepat, dan efisien dengan pendekatan high tech dan high touch,” jelas Ary.
Ia menambahkan, konsep identifikasi talenta ini sebenarnya telah dikembangkan selama 25 tahun, tetapi kini makin akurat dan efektif berkat integrasi teknologi AI.
“Kami menargetkan 5 juta talenta digital Indonesia yang bekerja dengan prinsip 4E: enjoy, ease, excellent, dan earn pada 2045,” tambahnya.
Peluncuran Smart Posyandu dan AI Talent Management merupakan bagian dari visi Jakarta sebagai kota megapolitan yang memimpin inovasi layanan publik. Ary Ginanjar menilai hal ini sebagai refleksi dari kepemimpinan visioner Ani Rupitawati dan jajaran Pemprov Jakarta.
“Pemanfaatan teknologi mutakhir ini adalah langkah strategis membangun budaya kerja berbasis data yang berdampak langsung pada peningkatan layanan masyarakat,” tegasnya.
Dinkes Jakarta menjadi pionir nasional yang menerapkan AI Talent Management untuk mendorong transformasi SDM dan layanan kesehatan menuju kota global.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
B-FILES
Harga Emas Antam Jumat 15 Mei 2026 Anjlok Rp 20.000 Jadi Segini




