MRT Timur-Barat Bakal Beroperasi pada 2030
Selasa, 12 Mei 2026 | 17:38 WIB
Jakarta, Beritasatu.com - Gubernur Jakarta Pramono Anung mengungkapkan proyek MRT Jakarta jalur timur-barat kini memasuki tahap pembebasan lahan dan penetapan trase. Pemerintah provinsi (Pemprov) Jakarta menargetkan segmen pertama MRT Timur-Barat dapat mulai dinikmati masyarakat pada 2030.
Proyek MRT Timur-Barat menjadi salah satu proyek transportasi strategis untuk mengurangi kemacetan sekaligus memperkuat konektivitas antarwilayah di Jakarta dan sekitarnya.
“Pemerintah DKI Jakarta sekarang ini sedang melanjutkan progres untuk MRT Timur-Barat. Di beberapa segmen sedang pembebasan lahan, penetapan trase, penentuan titik-titik dan sebagainya,” kata Pramono di Balai Kota Jakarta, Selasa (12/5/2026).
Pramono berharap proses pembangunan berjalan lancar sehingga target operasional tahap awal pada 2030 dapat tercapai.
“Mudah-mudahan kalau ini berjalan lancar segmen pertama mudah-mudahan di tahun 2030 bisa kita nikmati untuk Barat-Timur,” ujarnya.
Di sisi lain, Pramono juga memaparkan perkembangan proyek MRT Jakarta Fase 2A rute Bundaran HI–Kota yang kini telah mencapai progres hampir 60%.
“Kalau dilihat secara keseluruhan progresnya sekarang ini sudah 59,7 persen. Sesuai dengan apa yang disampaikan oleh Bapak Dirut MRT beberapa waktu yang lalu, mulai 2027 pertengahan kita akan commissioning,” jelasnya.
Ia menambahkan, operasional segmen Bundaran HI hingga Harmoni ditargetkan dimulai paling lambat akhir 2027. Sementara itu, pembangunan jalur lanjutan hingga kawasan Kota Tua ditargetkan selesai pada akhir 2029.
Fase 2A MRT Jakarta akan menghubungkan Bundaran HI hingga Kota sepanjang sekitar 5,8 kilometer dengan tujuh stasiun bawah tanah.
Ketujuh stasiun tersebut meliputi Thamrin, Monas, Harmoni, Sawah Besar, Mangga Besar, Glodok, dan Kota.
“Sedangkan sampai dengan Kota, atau yang kita sebut dengan Kota Tua, direncanakan 2029 akhir. Maka dengan demikian kalau ini sudah selesai ruas utama dari Utara-Selatan sepanjang 22,2 kilometer selesai secara keseluruhan pada 2029,” imbuhnya.
Pramono mengakui proyek MRT fase ini memiliki tingkat kesulitan konstruksi lebih tinggi dibanding fase sebelumnya karena beberapa stasiun dibangun pada kedalaman ekstrem.
“Di Sawah Besar dan Mangga Besar itu adalah stasiunnya terdalam, kurang lebih 28 meter ke dalam, tentunya pekerjaan konstruksinya dibandingkan dengan daerah lain lebih banyak,” ungkapnya.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
Dalami Nilai Investasi PPT ET, KPK Periksa Dirut PT CEP
Arjuna, Sapi Berbobot 1,18 Ton Asal Palembang Jadi Kurban Prabowo
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Polisi Temukan Senjata Tajam di TKP Mahasiswi Unpad Dilindas Motor




