ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Menuju Kota Sinema Dunia, Rano Karno Buka Jakarta Film Week 2025

Kamis, 23 Oktober 2025 | 05:59 WIB
MH
HH
Penulis: Mita Amalia Hapsari | Editor: HP
Wakil Gubernur Jakarta Rano Karno (kiri) membuka Jakarta Film Week, Rabu 22 Oktober 2025.
Wakil Gubernur Jakarta Rano Karno (kiri) membuka Jakarta Film Week, Rabu 22 Oktober 2025. (Beritasatu.com/Mita Amalia Hapsari)

Jakarta, Beritasatu.com - Wakil Gubernur Jakarta Rano Karno resmi membuka Jakarta Film Week (JFW) 2025, festival film internasional tahunan yang menjadi ajang bergengsi bagi pelaku industri perfilman Tanah Air. Pembukaan berlangsung meriah di Jakarta Pusat, Rabu (22/10/2025) malam.

Memasuki tahun kelima penyelenggaraannya, Jakarta Film Week 2025 menghadirkan 134 film dari 25 negara. Festival ini tak hanya menayangkan film, tetapi juga menghadirkan serangkaian program pengembangan industri seperti lab produser, forum bisnis, forum pitching, dan talent hub, ruang kolaboratif bagi sineas muda Asia untuk bereksperimen, bertukar gagasan, serta memperluas jejaring kreatif.

Dalam sambutannya, Rano Karno menegaskan visi besar pemerintahannya bersama Gubernur Pramono Anung, yakni menjadikan Jakarta sebagai kota sinema dunia pada tahun 2027, bertepatan dengan peringatan 500 tahun Kota Jakarta.

ADVERTISEMENT

Insyaallah, mulai 2025 sampai 2029, Jakarta Film Week akan terus hadir setiap tahun. Kami ingin masyarakat tahu bahwa Jakarta pantas menjadi kota sinema,” ujar Rano.

Sebagai sosok yang mengawali karier di dunia seni peran sejak kecil, Rano menilai Jakarta Film Week adalah wujud nyata komitmen pemerintah dalam membangun ekosistem perfilman yang inklusif dan berdaya saing global.

“Festival ini adalah usaha untuk menghadirkan film kepada komunitasnya. Teman-teman yang hadir di sini tidak salah memilih dunia film sebagai jalan hidupnya,” tambahnya.

Rano juga menyoroti pentingnya dukungan finansial bagi industri film Indonesia. Ia mendorong agar sektor perbankan, termasuk Bank Indonesia (BI) mulai aktif berkontribusi dalam pembiayaan proyek-proyek film nasional.

“Saya baru saja diundang oleh pihak BI dan memaparkan potensi besar film Indonesia. Mereka terkejut karena selama ini film dibuat tanpa pembiayaan perbankan. Mulai besok, BI akan membuat simposium untuk membahas pembiayaan industri film,” beber Rano.

Langkah ini, menurutnya, menjadi momentum penting untuk membangun kemandirian ekonomi kreatif di bidang perfilman sekaligus membuka peluang investasi baru di sektor budaya.

Dari sisi pemerintah pusat, Direktur Jenderal Pengembangan, Pemanfaatan, dan Pembinaan Kebudayaan Kementerian Kebudayaan, Ahmad Mahendra menyatakan, Jakarta Film Week merupakan bagian strategis dalam upaya memperkuat ekosistem perfilman nasional.

“Jakarta Film Week telah membuktikan bahwa talenta film Indonesia memiliki daya saing global. Ini bukan hanya ajang pemutaran film, tetapi ruang tumbuhnya pengetahuan dan kolaborasi,” tutur Mahendra.

Dengan dukungan pemerintah daerah, kementerian, serta para pelaku industri, Jakarta Film Week 2025 diharapkan menjadi langkah penting menuju terwujudnya Jakarta sebagai kota sinema dunia, sekaligus menempatkan Indonesia di peta perfilman internasional.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA TERKAIT

Rano Karno Ungkap Perbankan Tak Pernah Biayai Pembuatan Film Indonesia

Rano Karno Ungkap Perbankan Tak Pernah Biayai Pembuatan Film Indonesia

JAKARTA
Rano Karno Dorong Jakarta Punya Festival Film Bertaraf Internasional

Rano Karno Dorong Jakarta Punya Festival Film Bertaraf Internasional

JAKARTA

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT