ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Legislator DKI Kent Minta Peringatan Joe Biden Soal Potensi Jakarta Tenggelam Jadi Masukan Positif

Rabu, 4 Agustus 2021 | 21:31 WIB
FS
FS
Penulis: Fana F Suparman | Editor: FFS
Anggota Komisi D DPRD DKI dari Fraksi PDIP Hardiyanto Kenneth
Anggota Komisi D DPRD DKI dari Fraksi PDIP Hardiyanto Kenneth (istimewa)

Jakarta, Beritasatu.com - Anggota Komisi D DPRD DKI Jakarta dari Fraksi PDI Perjuangan, Hardiyanto Kenneth angkat bicara mengenai pernyataan Presiden Amerika Serikat (AS) Joe Biden, yang membuat heboh jagat media nasional. Biden memprediksi Jakarta sebagai Ibu Kota Indonesia akan tenggelam dalam 10 tahun ke depan akibat perubahan iklim.

Hardiyanto Kenneth atau akrab disapa Kent meminta pernyataan orang nomor satu di negara adidaya itu sebagai masukan positif. Untuk itu, kata Kent, peringatan Joe Biden harus ditanggapi dengan serius oleh pemerintah, khususnya Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta.

"Saya berharap para ilmuwan atau para ahli di bidangnya harus bisa melakukan langkah-langkah terobosan terkait apa yang sudah diutarakan oleh Joe Biden. Para ahli harus bisa sepemikiran dalam menanggapi masalah perubahan iklim dan pemanasan global, terutama bagi Pemprov DKI harus bisa benar-benar serius dalam menyingkapi pernyataan Biden tersebut," kata Kent dalam keterangannya, Rabu (4/8/2021).

Hal itu, kata Kent, merujuk pada laporan analis bisnis Verisk Maplecroft yang dirilis 12 Mei 2021 lalu yang menempatkan Jakarta di peringkat teratas kota paling rentan krisis iklim dari 576 kota besar di dunia. Jakarta masih dirundung beragam masalah lingkungan, mulai dari penurunan muka tanah akibat penyedotan air tanah tidak terkendali, kelangkaan air bersih, ancaman banjir, serta prediksi terancam tenggelam pada 2050.

ADVERTISEMENT

Kent mengatakan dalam beberapa dekade terakhir, masalah banjir sebagian didorong oleh pemompaan air tanah secara luas yang menyebabkan permukaan tanah menurun. Menurut beberapa perkiraan, sebanyak 40% permukaan tanah Jakarta sekarang berada di bawah permukaan laut.

"Hal ini yang perlu diwaspadai, Pemprov DKI harus bisa mengambil langkah antisipasi dari sekarang sebelum terlambat. Persoalan air bersih dan air tanah di Jakarta harus menjadi perhatian serius dan skala prioritas. Pemprov dalam hal ini harus bisa memenuhi kebutuhan air bersih warga, baru menghentikan perizinan pemompaan air tanah," kata Kent.

Selain itu, sambung Kent, saat ini Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan dan jajarannya juga harus fokus pada pembenahan 13 sungai utama seperti harmonisasi normalisasi dan naturalisasi, dengan merevitalisasi 109 situ atau danau, embung dan waduk serta menambah 20 waduk baru. Tak hanya itu, Kent juga meminta Pemprov memperbanyak ruang terbuka hijau (RTH).

"RTH kota harus ditambah sebanyak-banyaknya sebagai daerah resapan air alami, rehabilitasi seluruh saluran air kota. Dan juga Pemprov harus dapat mengantisipasi banjir lokal, restorasi kawasan pantai utara, merelokasi permukiman ke daratan sejauh 500 meter, membangun hutan mangrove bukan tanggul raksasa, menghentikan reklamasi untuk antisipasi banjir rob," papar Kent.

Sebelumnya, nama Indonesia kembali tercuat di kancah global, namun sayangnya bukan dalam hal positif. Kali ini Presiden Amerika Serikat (AS) Joe Biden menyebut bahwa ibu kota RI, DKI Jakarta, saat ini dalam kondisi terancam. Dalam pidatonya di kantor Direktur Intelijen Nasional AS pada 27 Juli lalu, Presiden negara adidaya itu menyebut bahwa Jakarta terancam tenggelam dikarenakan perubahan iklim yang saat ini sedang menghantui seluruh dunia.

Menanggapi hal itu, Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria mengakui Ibu Kota mengalami penurunan permukaan tanah. Namun, Riza meyakini Jakarta tidak akan tenggelam dalam waktu 10 tahun ke depan.

Isu potensi Jakarta tenggelam ini kembali mencuat kemarin setelah Presiden Amerika Serikat, Joe Biden, dalam pidatonya menyinggung hal ini. Biden menyatakan pemerintah Indonesia tengah merencanakan pemindahan ibu kota karena ada prediksi Jakarta tenggelam 10 tahun lagi.

"Jadi Jakarta itu memang setiap tahun ada penurunan tanah, tapi tidak berarti 10 tahun Jakarta terendam," kata Riza.



 

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA TERKAIT

Sidak Flyover Pesing, Anggota DPRD Jakarta Soroti Jalan Berlubang

Sidak Flyover Pesing, Anggota DPRD Jakarta Soroti Jalan Berlubang

JAKARTA
Hardiyanto Kenneth Turun ke Tapteng, Fokus Bangun Dapur Umum

Hardiyanto Kenneth Turun ke Tapteng, Fokus Bangun Dapur Umum

NASIONAL
Intip Keunggulan Taman Kedoya Bugar Jakbar yang Diresmikan Pramono

Intip Keunggulan Taman Kedoya Bugar Jakbar yang Diresmikan Pramono

JAKARTA
Insiden Ojol di Demo DPR, DPRD DKI Desak Polisi Transparan

Insiden Ojol di Demo DPR, DPRD DKI Desak Polisi Transparan

NASIONAL
Flyover Latumenten Dibangun, Solusi Macet Kronis Grogol Petamburan

Flyover Latumenten Dibangun, Solusi Macet Kronis Grogol Petamburan

JAKARTA
Ketum Percasi Targetkan Jakarta Jadi Barometer Catur Nasional

Ketum Percasi Targetkan Jakarta Jadi Barometer Catur Nasional

SPORT

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon