Erick Thohir: Generasi Muda Harus Jadi Pemain, Bukan Penonton
Selasa, 29 November 2022 | 15:03 WIB
Tangerang, Beritasatu.com - Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Erick Thohir mengatakan, generasi muda Indonesia harus menjadi pemain di era digital saat ini dan bukan hanya penonton saja.
Hal itu ditegaskan Erick Thohir saat memberikan materi dalam seminar nasional bertajuk "Intelektualitas dan Integritas Generasi Muda: Investasi Masa Depan Kepemimpinan Nasional" di kampus Universitas Pelita Harapan (UPH), Tangerang, Selasa (29/11/2022).
Menurut Erick, situasi perekonomian Indonesia akan sangat bagus kedepannya. Hal ini tinggal bagaimana generasi muda mengisinya karena sudah eranya bagaimana bergerak memastikan ekonomi terus semakin maju dan terjaga.
"Isu kesenjangan lapangan pekerjaan ini harus diintervensi, dengan salah satunya tidak hanya dengan program pemerintah, tetapi bagaimana menyiapkan generasi muda yang siap pakai," ungkapnya.
Erick mengatakan, jangan sampai bangsa Indonesia yang populasinya besar hanya menjadi pasar dan sumber daya alam (SDA)-nya saja. Namun bagaimana mempersiapkan manusianya yang kedepan harus bisa melakukan adaptasi dengan segala perubahan.
Dikatakan, sumber daya alam (SDA) Indonesia terbilang luar biasa bermanfaat untuk bangsa. Namun sayang, sejak dahulu dieksploitasi untuk kepentingan bangsa lain. Begitu juga dengan pembukaan lapangan kerja dan perekonomian.
"Hari ini kita harus dipastikan hilirisasi dan industrialisasi terjadi di Indonesia. Pasar kita besar, tetapi jangan sampai digital ekonomi mendatang yakni pada 2030 yang akan mencapai 4.500 triliun terbesar di Asia Tenggara, jadi penonton saja," tegas Erick.
Pasar yang besar tersebut, jelas Erick Thohir, harus dipastikan untuk kebutuhan bangsa Indonesia juga. "Kita tidak lagi mengandalkan sumber daya alam dan pasar saja, perlu ada pengembangan sumber daya manusia menjadi sebuah keunggulan dengan menciptakan leadership atau kepemimpinan yang berintegritas dan lainnya," urainya.
Dikatakan, sebuah usaha UMKM yang migrasi ke digital, artinya ada inovasi dan adaptasi. Pertumbuhan ekonomi berdasarkan kemampuan manusia berinovasi. Yang namanya SDA dihilirisasi karena kemampuan manusia. Contohnya, nikel menjadi baterai. Lalu kelapa sawit menjadi minyak goreng dan bahan kosmetik serta lainnya.
Terkait ekonomi digital, kata Erick Thohir, Indonesia harusnya bisa membuat game sendiri, tidak lagi tergantung pada produk asing. Itulah tantangannya.
"Jangan sampai digital ekonomi kita yang membutuhkan 17 juta lapangan kerja itu hilang karena waktu saat Covid-19 kita berkata work from home, padahal sekarang waktunya work from anywhere," tutur Erick Thohir.
Baca Juga: Erick Thohir: Vaksin Indovac Bukti Indonesia Mampu Mandiri
Ia pun memberikan contoh, ada warga India yang yang tinggal di negaranya, namun bekerja di Indonesia tanpa harus datang secara fisik ke Indonesia dan tidak perlu izin dan tanpa paspor dan visa. Jadi sekarang bisa bekerja dari mana saja.
Maka dari itu knowledge base economy harus menjadi bagian penting daripada pertumbuhan ekonomi Indonesia ke depan berdasarkan inovasi dan SDM.
"Hari ini yang diperlukan adalah pergerakan kepada ekonomi, lapangan pekerjaan, kesempatan berusaha. Itulah yang harus direbut oleh generasi muda Indonesia saat ini," pungkas Erick Thohir.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
Jumlah Guru RI Terus Naik tetapi Fluktuatif!
B-FILES
Incar Pajak Marketplace, Purbaya Ingin Pedagang Offline-Online Setara




