Menpora Dorong Transformasi SEA Games Menuju Olimpiade
Selasa, 5 Mei 2026 | 08:17 WIB
Jakarta, Beritasatu.com — Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Erick Thohir mendorong transformasi penyelenggaraan SEA Games agar menjadi ajang persiapan menuju Asian Games dan Olimpiade.
Gagasan tersebut disampaikan dalam forum SEA Ministerial Meeting on Youth and Sports 2026 yang digelar di Bali. Dalam forum itu, Erick menekankan pentingnya menjadikan SEA Games tidak sekadar ajang perebutan medali, tetapi juga bagian dari sistem pembinaan atlet menuju level internasional.
Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) di bawah kepemimpinan Erick menjadi inisiator pertemuan tersebut. Ia menilai para pemimpin olahraga di Asia Tenggara memiliki tanggung jawab besar dalam mempersiapkan generasi muda menghadapi tantangan global sekaligus meningkatkan citra olahraga kawasan.
“Sudah sepantasnya ajang ini menjadi aset berharga di bidang olahraga yang kita miliki bersama,” ujar Erick dalam pernyataan resminya pada Senin (4/5/2026).
Menurut Erick, SEA Games memiliki potensi besar sebagai aset regional yang mampu mendorong pertumbuhan ekonomi, membuka lapangan kerja, meningkatkan prestasi atlet, serta mempererat persatuan antarnegara.
Namun, ia menilai pelaksanaan SEA Games selama ini belum optimal karena masih dipengaruhi kepentingan tuan rumah, terutama dalam pemilihan cabang olahraga dan nomor pertandingan yang tidak selalu mengacu pada standar Olimpiade.
Ia menegaskan, pembenahan struktur pertandingan yang konsisten, tata kelola transparan, serta perencanaan komersial jangka panjang menjadi kunci untuk meningkatkan kualitas dan daya saing ajang tersebut.
"Sebagai menteri yang membawahi pemuda dan olahraga, kita bertanggung jawab untuk membentuk masa depan olahraga di regional tempat kita berada,” kata Erick.
Dalam usulannya, Erick menekankan, cabang olahraga yang dipertandingkan sebaiknya didominasi nomor Olimpiade agar memiliki tolok ukur yang jelas, meskipun tetap memberi ruang terbatas bagi cabang olahraga lokal.
Gagasan ini mendapat sambutan positif dari sejumlah negara. Menteri Olahraga Filipina John Patrick Gregorio menilai peningkatan kualitas kompetisi akan berdampak pada nilai ekonomi SEA Games.
Sementara itu, Acting Minister of Culture, Community and Youth Singapura David Neo Chin Wee juga menyatakan dukungan, sejalan dengan komitmen negaranya terhadap pengembangan cabang olahraga Olimpiade.
Perwakilan Vietnam, Duta Besar Ta Van Thong, menilai langkah ini sebagai tanggung jawab bersama untuk mencetak atlet kelas dunia dari kawasan Asia Tenggara.
Pada sisi lain, Wakil Menteri Pendidikan dan Olahraga Laos Kingmano Phommahaxay mengusulkan pembentukan tim ad hoc untuk menindaklanjuti rencana transformasi tersebut.
Seluruh delegasi sepakat memasukkan agenda transformasi SEA Games ke dalam Bali Declaration sebagai hasil resmi dari forum tersebut, yang diharapkan menjadi pijakan menuju peningkatan kualitas olahraga kawasan.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
B-FILES
Diplomasi Internasional demi Benefit Nasional
Khamami Zada
Negara yang Ikut Berkurban
Timothy Ivan Triyono
Jerman vs Pantai Gading: Duel Hidup Mati Penguasa Grup E




