Prabowo Minta Pelatnas Berkelanjutan, Akademi Olahraga Disiapkan
Sabtu, 20 Juni 2026 | 13:01 WIB
Jakarta, Beritasatu.com - Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Erick Thohir memaparkan sejumlah program strategis pengembangan olahraga nasional kepada Presiden Prabowo Subianto dalam pertemuan di Hambalang, Jawa Barat, Jumat (19/6/2026).
Sejumlah isu penting dibahas, mulai dari keberlanjutan pemusatan latihan nasional (pelatnas), penguatan olahraga disabilitas, hingga rencana pembangunan akademi olahraga nasional.
Salah satu fokus utama yang menjadi perhatian Presiden Prabowo adalah pemberdayaan penyandang disabilitas melalui olahraga. Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) saat ini tengah menyiapkan program sertifikasi kepelatihan khusus bagi mantan atlet disabilitas agar tetap dapat berkontribusi setelah pensiun dari dunia kompetisi.
“Presiden menaruh kepedulian besar pada olahraga disabilitas. Dari sekitar 23,9 juta hingga 25,9 juta disabilitas di Indonesia, hampir 11% gemar berolahraga. Beliau ingin mereka benar-benar diperhatikan,” ujar Erick Thohir.
Menurut Erick, program sertifikasi tersebut diharapkan mampu menciptakan kemandirian bagi para mantan atlet sekaligus memperluas kesempatan kerja di sektor olahraga.
Prioritas Pelatnas Multi-Years
Dalam pertemuan tersebut, Erick juga memaparkan peta jalan pembinaan atlet jangka panjang menuju berbagai ajang internasional, seperti SEA Games, Asian Games, hingga Olimpiade.
Ia menegaskan sistem pembiayaan pelatnas perlu diubah dari skema tahunan menjadi multi-years atau tahun jamak agar pembinaan atlet berjalan lebih konsisten dan berkelanjutan.
“Mengenai kebijakan anggaran pelatnas, sistemnya tidak bisa lagi tahunan, melainkan harus multi-years. Bapak Presiden sepakat dengan hal ini guna mempersiapkan ketahanan dan masa depan atlet kita,” jelas Erick.
Menurutnya, model pembiayaan jangka panjang akan memberikan kepastian program latihan sehingga atlet dapat fokus meningkatkan performa tanpa terganggu persoalan anggaran yang berubah setiap tahun.
Selain memastikan keberlangsungan pelatnas, Presiden Prabowo juga disebut memberikan perhatian besar terhadap kesejahteraan atlet melalui skema bonus yang kompetitif bagi para peraih prestasi. “Untuk SEA Games saja besaran bonusnya mencapai Rp 1 miliar. Untuk ajang sekelas Asian Games dan Olimpiade tentu nilainya akan lebih besar,” kata Erick.
Sebagai bagian dari strategi jangka panjang, menpora turut mempresentasikan rencana pembangunan akademi olahraga nasional yang akan menjadi pusat pembinaan atlet muda secara terpadu.
Akademi tersebut dirancang untuk menjaring dan membina talenta olahraga sejak usia sekolah dasar hingga sekolah menengah atas. Dengan sistem pembinaan yang berkesinambungan, pemerintah berharap dapat mencetak atlet berprestasi yang siap bersaing di level dunia.
“Presiden mendorong konsep pemusatan latihan terpadu melalui akademi olahraga yang jenjangnya dimulai dari SD, SMP hingga SMA. Dengan begitu, calon atlet masa depan sudah dibina sejak usia 8 sampai 10 tahun,” ungkap Erick.
Ia menambahkan rancangan awal pembangunan akademi tersebut telah dipresentasikan langsung kepada presiden dan mendapat respons positif.
Dana Pensiun Atlet
Selain fokus pada pembinaan atlet aktif, pemerintah juga mulai memikirkan kesejahteraan atlet setelah pensiun dari dunia olahraga. Menurut Erick, Presiden Prabowo turut menanyakan perkembangan pembahasan dana pensiun atlet yang saat ini masih dikaji oleh Kemenpora.
“Presiden turut menanyakan progres dana pensiun atlet. Saat ini kami masih terus menggodok skema terbaik untuk penerapannya ke depan,” ujarnya.
Melalui berbagai program tersebut, pemerintah berharap dapat membangun ekosistem olahraga nasional yang lebih kuat, berkelanjutan, dan mampu mencetak prestasi membanggakan di tingkat internasional sekaligus menjamin kesejahteraan atlet Indonesia dari masa pembinaan hingga masa purnatugas.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
B-FILES
Diplomasi Internasional demi Benefit Nasional
Khamami Zada
Negara yang Ikut Berkurban
Timothy Ivan Triyono
Jerman vs Pantai Gading: Duel Hidup Mati Penguasa Grup E




