ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Awali Perdagangan 2023, Bursa AS Turun karena Apple & Tesla

Rabu, 4 Januari 2023 | 06:00 WIB
WP
WP
Penulis: Whisnu Bagus Prasetyo | Editor: WBP
Ilustrasi bursa saham AS Wall Street.
Ilustrasi bursa saham AS Wall Street. (AFP/Spencer Platt)

New York, Beritasatu.com - Bursa AS Wall Street ditutup melemah pada perdagangan Selasa (3/1/2023) karena kekhawatiran kenaikan suku bunga dan inflasi tinggi yang menjatuhkan pasar tahun lalu. Bursa AS berada di zona merah terseret saham teknologi seperti Apple dan Tesla.  

S&P 500 turun 0,40% menjadi 3.824,14 ketika indeks manufaktur Desember turun pada laju tercepat sejak Mei 2020. Dow Jones Industrial Average mengakhiri perdagangan turun 10,88 poin, atau 0,03%, menjadi 33.136,37 dan komposit Nasdaq ambles 0,76% menjadi 10.386,99.

Saham Tesla dan Apple terpangkas sehingga membebani pasar seara umum dan melanjutkan tema utama dari tahun 2022, ketika sektor teknologi terpukul karena Federal Reserve (The Fed) menaikkan suku bunga untuk melawan inflasi. Tesla turun 12,24%, mencapai level terendah sejak Agustus 2020, menyusul pengiriman mobil kuartal keempat 2022 yang mengecewakan. Apple turun 3,74% karena laporan akan memangkas produksi karena lemahnya permintaan.

ADVERTISEMENT

Sentimen dapat berlanjut pada tahun 2023 karena bank sentral siap menaikkan suku bunga dalam beberapa bulan mendatang, memicu kekhawatiran bahwa ekonomi AS dapat jatuh ke dalam resesi.

"Lingkungan resesi pada tahun 2023 dapat menghambat kinerja saham teknologi di tahun baru," tulis CEO Investasi AXS Greg Bassuk, di New York.

Rata-rata indeks utama menutup tahun 2022 dengan penurunan tahunan terburuk sejak 2008, mematahkan kenaikan beruntun 3 tahun. Dow mengakhiri tahun turun sekitar 8,8%, dan 10,3% dari level tertinggi 52 minggu. S&P 500 kehilangan 19,4% untuk tahun 2022 dan berada 20% di bawah rekor tertinggi. Nasdaq yang padat teknologi anjlok 33,1% tahun lalu.

Investor mendapatkan sejumlah data di minggu perdagangan pertama tahun 2023 yang memberikan informasi lebih lanjut tentang keadaan ekonomi. Pada Selasa (3/1/2022), Indeks manajer pembelian AS untuk manufaktur turun lebih rendah dari yang diharapkan, menandakan penurunan tercepat sejak Mei 2020. Di kemudian hari, pengeluaran konstruksi untuk bulan November sedikit meningkat, menunjukkan bahwa industri mungkin pulih.

Rencananya Rabu (4/1/2023) akan diumumkan Survei Pembukaan Pekerjaan dan Perputaran Tenaga Kerja, dan risalah pertemuan kebijakan terbaru Fed akan keluar pada sore hari.

Investor juga menantikan laporan pekerjaan Desember Jumat (6/1/2023), yang dipertimbangkan Fed sebelum pertemuan berikutnya pada 1 Februari. Ada juga beberapa pidato presiden Fed yang dijadwalkan Kamis dan Jumat.



Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA TERKAIT

Mayoritas Wall Street Menguat, 2 Indeks Cetak Rekor

Mayoritas Wall Street Menguat, 2 Indeks Cetak Rekor

EKONOMI
Wall Street Tertekan Aksi Jual Kripto, Indeks Utama Kompak Melemah

Wall Street Tertekan Aksi Jual Kripto, Indeks Utama Kompak Melemah

EKONOMI
Wall Street Melemah Tertekan Saham Teknologi dan Data Ekonomi

Wall Street Melemah Tertekan Saham Teknologi dan Data Ekonomi

EKONOMI
Wall Street Melemah Tertekan Valuasi AI tetapi Nasdaq Menguat

Wall Street Melemah Tertekan Valuasi AI tetapi Nasdaq Menguat

EKONOMI
Dibuka Menguat, IHSG Kembali ke Level 7.500

Dibuka Menguat, IHSG Kembali ke Level 7.500

EKONOMI
Saham-saham Teknologi Dorong Penguatan Bursa AS

Saham-saham Teknologi Dorong Penguatan Bursa AS

EKONOMI

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon