ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Menkeu AS Yellen Jamin Lindungi Perbankan, Wall Street Naik

Rabu, 22 Maret 2023 | 06:09 WIB
WP
WP
Penulis: Whisnu Bagus Prasetyo | Editor: WBP
Ilustrasi Wall Street bursa saham AS.
Ilustrasi Wall Street bursa saham AS. (CNBC)

New York, Beritasatu.com - Bursa AS Wall Street naik pada perdagangan Selasa (21/3/2023) karena para trader makin optimismis pada prospek sektor keuangan menyusul jaminan Menteri Keuangan (Menkeu) AS Janet Yellen untuk melindungi dari krisis. Wall Street menandai kenaikan hari kedua jelang pengumuman suku bunga Federal Reserve (The Fed) Rabu (22/3/2023).

Dow Jones Industrial Average naik 316,02 poin, atau 0,98%, menjadi 32.560,60. Sementara S&P 500 di Wall Street melonjak 1,30% menjadi 4.002,87-penutupan pertama di atas ambang batas 4.000 sejak 6 Maret. Adapun Nasdaq Composite bertambah 1,58% menjadi 11.860,11.

Perbankan regional menghijau pada Selasa dipimpin First Republic Bank yang meroket hampir 30%, setelah sehari sebelumnya kehilangan 47%. ETF Perbankan Regional SPDR (KRE) naik hampir 6%.

ADVERTISEMENT

Geliat bursa AS Wall Street mendapat dorongan setelah Menteri Keuangan Janet Yellen Selasa pagi mengatakan bahwa pemerintah siap memberikan jaminan lebih lanjut deposito jika krisis perbankan memburuk.

Wall Street saat ini memantau pengumuman Federal Reserve terkait pengetatan kebijakan moneter Rabu sore. Investor mengharapkan pengetatan the Fed lebih lambat menyusul krisis perbankan. Trader saat ini memproyeksi peluang kenaikan suku bunga seperempat poin 86%, menurut alat FedWatch CME Group.

"Jika (The Fed]) menghentikan kenaikan suku bunga, itu sama saja dengan mengakui bahwa mereka mengetahui sesuatu yang mungkin tidak diketahui pasar. Saya pikir itu akan menjadi ide yang menghancurkan bagi mereka," kata Kepala Strategi ETF di Allianz Investment Management Johan Grahn dikutip CNBC International.

"Tidak pernah ada argumen bagi The Fed untuk mundur dari 25 (basis poin)."

Dia menambahkan bahwa volatilitas pasar setelah kegagalan Silicon Valley Bank (SVB) dan kehancuran Credit Suisse adalah reaksi spontan yang sangat alami bagi investor untuk pergi ke tempat aman.

"Sepertinya proses evaluasi sudah agak tenang, jadi kita bisa mengatakan bahwa ini adalah insiden yang relatif terisolasi. Sekarang, tentu saja, ini baru retakan pertama," kata Grahn.



Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA TERKAIT

Wall Street Cetak Rekor Baru, Saham AI dan Cip Jadi Penggerak

Wall Street Cetak Rekor Baru, Saham AI dan Cip Jadi Penggerak

EKONOMI
IHSG Hari Ini 8 Mei 2026 Dibuka Melemah ke Level 7.146,4

IHSG Hari Ini 8 Mei 2026 Dibuka Melemah ke Level 7.146,4

EKONOMI
Wall Street Melemah di Tengah Fluktuasi Harga Minyak

Wall Street Melemah di Tengah Fluktuasi Harga Minyak

EKONOMI
S&P 500 dan Nasdaq Cetak Rekor Penutupan Tertinggi

S&P 500 dan Nasdaq Cetak Rekor Penutupan Tertinggi

EKONOMI
Wall Street Melesat, S&P 500 Tembus ATH Baru di Atas Level 7.200

Wall Street Melesat, S&P 500 Tembus ATH Baru di Atas Level 7.200

EKONOMI
Wall Street Melemah Tertekan Harga Minyak dan Suku Bunga The Fed

Wall Street Melemah Tertekan Harga Minyak dan Suku Bunga The Fed

EKONOMI

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon