Gara-gara Diskriminasi Sawit, Indonesia Akan Tunda FTA dengan Uni Eropa
Kamis, 1 Juni 2023 | 12:57 WIB
Yusof juga menyatakan bahwa kemajuan pembicaraan tentang perjanjian perdagangan dengan Malaysia akan bergantung pada tindakan yang diambil oleh UE untuk memperbaiki perlakuan terhadap petani kecil.
Penundaan ini menunjukkan bahwa Indonesia dan Malaysia ingin melindungi kepentingan petani kecil dalam industri kelapa sawit, yang merupakan bagian penting dari ekonomi kedua negara tersebut. Mereka berharap UE akan memberikan kelonggaran yang lebih besar dan mempertimbangkan dampak yang ditimbulkan oleh aturan baru tersebut terhadap sektor kelapa sawit di kedua negara.
Perdagangan minyak kelapa sawit memiliki dampak ekonomi yang signifikan bagi Indonesia dan Malaysia, dan keduanya berkomitmen untuk melindungi keberlanjutan industri ini sambil mempertahankan perlakuan yang adil terhadap petani kecil yang menggantungkan hidup mereka pada produksi kelapa sawit.
EUDR memaksa perusahaan untuk mengawasi rantai pasokan mereka dan menyediakan data geolokasi dari tempat mereka memperoleh komoditas untuk membuktikan bahwa mereka tidak berkontribusi pada deforestasi dan degradasi hutan. Kedua negara khawatir aturan tersebut akan merugikan industri kelapa sawit mereka, yang masing-masing menghasilkan pendapatan ekspor tahunan senilai 6 miliar euro (Rp 96 triliun) untuk Indonesia dan 1,2 miliar euro untuk Malaysia, menurut pernyataan para menteri.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA LAINNYA
Jumlah Guru RI Terus Naik tetapi Fluktuatif!
Kapolda Metro Jaya Bintang 3 Sesuai Arahan Prabowo
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Incar Pajak Marketplace, Purbaya Ingin Pedagang Offline-Online Setara




