Gara-gara Diskriminasi Sawit, Indonesia Akan Tunda FTA dengan Uni Eropa
Kamis, 1 Juni 2023 | 12:57 WIB
Brussels, Beritasatu.com - Indonesia dan Malaysia akan menunda pembicaraan perdagangan dengan Uni Eropa (UE) setelah UE mendiskriminasi kelapa sawit (CPO) melalui kebijakan EU Deforestation-Free Regulation (EUDR).
Dalam kunjungannya ke Brussels pada hari Rabu (31/5/2023), Deputi Perdana Menteri Malaysia, Dato’ Sri Haji Fadillah bin Haji Yusof, mengatakan kepada Financial Times bahwa undang-undang yang baru-baru ini diadopsi oleh UE yang melarang impor produk yang berasal dari lahan yang ditebangi hutan merupakan "perlakuan yang menghukum dan tidak adil terhadap kami dan terutama terhadap petani kecil".
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Indonesia, Airlangga Hartarto, juga mengatakan bahwa kebijakan tersebut menguntungkan "perusahaan besar atau multinasional".
Indonesia, yang telah melakukan negosiasi dengan UE mengenai perjanjian perdagangan bebas selama tujuh tahun, mengatakan bahwa pembicaraan tersebut tidak akan dilanjutkan sampai adanya kelonggaran lebih lanjut bagi produsen minyak kelapa sawit dalam aturan baru UE tersebut. "Kami bisa menunggu tujuh tahun lagi," tambah Hartarto, dikutipo dari Financial Times.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA LAINNYA
Politik-Hukum Terkini: Polemik Film hingga Judi Online
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Politik-Hukum Terkini: Polemik Film hingga Judi Online




