Klaim JK: Smelter Anak Usaha Kalla Group Paling Ramah Lingkungan di Indonesia
Jumat, 15 September 2023 | 19:44 WIB
Luwu, Beritasatu.com - Wakil Presiden (Wapres) ke-10 dan 12, Jusuf Kalla (JK) mengatakan, smelter atau fasilitas pemurnian mineral yang dibangun PT Bumi Mineral Sulawesi (BMS) merupakan smelter yang paling ramah lingkungan di Indonesia.
Fasilitas smelter yang dibangun anak usaha Kalla Group di Desa Karang-karangan dan Desa Bukit Harapan, Kecamatan Bua, Kabupaten Luwu, Provinsi Sulawesi Selatan (Sulsel), menggunakan sumber energi baru terbarukan (EBT) hydro power. Adapun pembangkit listrik yang memasok keperluan smelter BMS berasal dari PLTA Malea Tana Toraja yang juga milik Kalla Group.
"Di sinilah yang paling lengkap di seluruh Indonesia. Pembangkitnya green energy, prosesnya juga green energy. Ini cocok untuk kemajuan Indonesia. Orang tidak akan melihat cerobong asap. Jadi ini satu-satunya di Indonesia yang paling green energy. Coba cari di Indonesia, di mana ada yang paling ramah lingkungan?" kata Jusuf Kalla seusai meninjau proyek pembangunan smelter BMS di Kabupaten Luwu, Sulawesi Selatan, Jumat (15/9/2023).
JK mengungkapkan, proses pembangunan smelter tersebut 100% menggunakan tenaga kerja dalam negeri. Dengan komposisi 70% tenaga kerja lokal dari Luwu, dan 30% berasal dari daerah lain di Indonesia.
Hal itu, menurut JK, sebagai ajang pembuktian bahwa Indonesia mampu membangun smelter yang ramah lingkungan tanpa bantuan tenaga kerja asing (TKA) sebagaimana yang terjadi di Morowali, Sulawesi Tengah.
"Insinyur yang ada di sini semua anak-anak daerah, beda dengan Morowali nanti selesai (pabriknya) baru kerja (warga lokal). Ini untuk memberikan bukti bahwa Indonesia mampu," tegasnya.
Terkait pembebasan lahan untuk pembangunan pabrik, JK menyatakan, pembangunan smelter BMS sama sekali tidak melakukan penggusuran kepada penduduk setempat. Perusahaan telah melakukan pembelian tanah masyarakat yang akan dibangun pabrik semenjak 2016.
Meski demikian, JK mengakui masih ada demo dari beberapa pihak dalam hal ini kelompok Aliansi Masyarakat Adat (Aman).
"Ada demo seperti dari Aman, itu lahan sudah dibeli pada tahun 2016, atau 7 tahun yang lalu, semua itu dibeli yang dari pemiliknya, dan yang demo itu ditanya mana surat-suratnya tidak ada. Kita beda dengan daerah lain yang rakyatnya digusur, kami beli," jelasnya.
Smelter BMS akan rampung dan mulai beroperasi memproduksi Feronikel pada November 2023 dengan kapasitas produksi 33.000 ton nikel per tahun. Diperkirakan pembangunan pabrik ini akan selesai pada Juli 2024 dengan kapasitas produksi sebesar 31.400 ton nikel per tahun dengan menelan investasi Rp 3,2 triliun.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
Jumlah Guru RI Terus Naik tetapi Fluktuatif!
B-FILES
Incar Pajak Marketplace, Purbaya Ingin Pedagang Offline-Online Setara





