Kontribusi Industri Manufaktur ke PDB Ditargetkan 28%, Ini Strateginya
Rabu, 11 Oktober 2023 | 17:43 WIB
Jakarta, Beritasatu.com - Untuk mewujudkan Visi Indonesia Emas 2045 yang menargetkan Indonesia menjadi negara maju, kontribusi industri manufaktur harus meningkat menjadi 28% terhadap produk domestik bruto (PDB), dibandingkan dengan kontribusi saat ini yang baru mencapai 18% dari PDB.
"Kita melihat bahwa 80% pertumbuhan ekonomi dapat dicapai melalui sektor manufaktur, dan manufaktur industri menjadi fokus pemerintah. Saat ini kontribusinya sekitar 18%, namun kita bertujuan untuk meningkatkannya," ujar Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto dalam acara HSBC Summit di St Regis, Jakarta, dikutip dari Investor Daily pada Rabu (11/10/2023).
Transformasi ekonomi direncanakan melalui empat tahap. Tahap pertama, yang terjadi pada tahun 2025-2030, melibatkan perkuatan fondasi dengan hilirisasi sumber daya alam serta peningkatan riset inovasi dan produktivitas tenaga kerja. Pemerintah berharap kontribusi industri pengolahan terhadap PDB dapat mencapai 21,9% dengan pertumbuhan ekonomi antara 5,6 hingga 6,1%. "Peningkatan kontribusi ini akan dicapai melalui upaya downstreaming dan hilirisasi," tambah Airlangga.
Pada 2030, pemerintah menargetkan pendapatan per kapita melebihi US$ 10.000 agar Indonesia bisa keluar dari kategori negara berpendapatan menengah. Ini akan dimulai dengan pertumbuhan ekonomi yang memacu pendapatan per kapita dari US$ 5.500 pada 2025 menjadi US$ 7.400-7.670 pada 2029. "Kami berharap mencapai status negara berpendapatan menengah atau keluar dari jebakan pendapatan menengah karena Indonesia merencanakan pertumbuhan PDB per kapita melebihi US$ 10.000 pada tahun 2030," jelas Airlangga.
Airlangga menekankan pentingnya industri yang dapat memberikan gaji tinggi, minimal Rp 10 juta per bulan, untuk masyarakat. Oleh karena itu, industrialisasi dengan spesifikasi lebih tinggi menjadi sangat penting.
Tahap kedua, yang terjadi pada tahun 2030-2034, melibatkan akselerasi transformasi dengan peningkatan produktivitas masif dan perluasan sumber pertumbuhan ekonomi. Pada fase ini, pemerintah berharap industri manufaktur dapat memberikan kontribusi sebesar 26,6% terhadap PDB dengan pertumbuhan ekonomi antara 6,9 hingga 7,8%.
Tahap ketiga, pada periode 2035-2039, melibatkan ekspansi global dengan pembentukan kekuatan ekonomi yang terintegrasi dalam jaringan rantai global dan domestik, serta peningkatan ekspor yang kuat. Industri manufaktur diharapkan dapat memberikan kontribusi hingga 30% terhadap PDB dengan pertumbuhan ekonomi antara 6,4 hingga 7,6%.
Tahap keempat, pada periode 2040-2045, merupakan pencapaian Visi Indonesia Emas. Pemerintah menargetkan industri manufaktur dapat memberikan kontribusi sebesar 28% terhadap PDB, dengan pertumbuhan ekonomi antara 5,4% hingga 6,7%. Pada tahun 2045, PDB nominal diharapkan mencapai US$ 9,8 triliun.
"Indonesia harus mengalami transformasi ekonomi dengan pertumbuhan ekonomi tidak hanya 5%, tetapi harus mencapai 6-7%. Kami memiliki bonus demografi yang harus dijaga dengan produktivitas bonus demografi ini," tambah Airlangga.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Politik-Hukum Terkini: Polemik Film hingga Judi Online




