ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Heboh! Air Sumur Warga di Tanjungpinang Berubah Jadi BBM

Rabu, 1 November 2023 | 10:46 WIB
FA
WP
Penulis: Febry Andrean Amoga | Editor: WBP
Sejumlah sumur warga di Gang Nila I, Jalan Soekarna Hatta, Tanjungpinang, Kepri heboh dengan air sumur yang berubah menjadi warna BBM jenis Pertalite. 
Sejumlah sumur warga di Gang Nila I, Jalan Soekarna Hatta, Tanjungpinang, Kepri heboh dengan air sumur yang berubah menjadi warna BBM jenis Pertalite.  (Beritasatu Photo/Febry Andrean Amoga)

Tanjungpinang, Beritasatu.com - Sejumlah sumur warga di Gang Nila I, Jalan Soekarna-Hatta, Tanjungpinang, Kepulauan Riau berubah menjadi BBM diduga jenis Pertalite. Air sumur tersebut menyala saat disulut api. 

Dalam beberapa hari terakhir, warga Gang Nila I, mencium bau tidak sedap dari air sumur mereka. Salah satunya sumur milik Mina yang terbilang sangat parah tercemar minyak. Air sumur berubah warna menjadi biru kehitaman dan berbau, seperti BBM jenis Pertalite. Bahkan, air sumur itu menyala ketika disulut dengan api. Uniknya, air itu pernah diisi ke tangki motor, dan motor menyala dengan normal.

Pemilik rumah Mina mengatakan, sumur sedalam 11 meter tersebut berisikan minyak. Hal ini diketahui saat memperbaiki mesin air yang rusak beberapa waktu lalu. Ia menduga, minyak tersebut berasal dari rembesan penampungan di SPBU yang lokasinya 200 meter dari rumahnya.

ADVERTISEMENT

"Tadi dikasih korek api hidup, kalian datang saja dari jauh sudah bau minyak, anak saya coba ke motor sini hidup. Kemarin kita ambil terus bisa, kalau minum tu kita tak berani," kata dia.

Ketua RT 03 RW 14 Kecamatan Tanjungpinang Barat Hendra, mengatakan, di wilayah Gang Nila I tersebut, terdapat tujuh rumah warga yang sumurnya tercemar BBM. Namun, rumah paling parah merupakan rumah Mina. "Yang lain tidak terlalu parah, hanya berminyak gitu saja, di sini paling parah, warnanya sudah biru kehitaman," kata dia.

Dia mengatakan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Tanjungpinang dan SPBU sudah turun tangan ambil sampel air. Namun hingga kini belum ada hasilnya. "Hasilnya apa kita masih menunggu," kata dia.

Menurut Hendra, peristiwa ini pernah terjadi pada 2018 lalu. Namun, saat itu air sumur masih bisa digunakan untuk keperluan harian, seperti mencuci.



Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT