Darmin Lengser, Penurunan Bunga Kredit Tembus Rekor
Selasa, 21 Mei 2013 | 21:29 WIB
Jakarta - Berakhirnya kepemimpinan Gubernur Bank Indonesia (BI) Darmin Nasution pada 22 Mei 2013 mendatang, ditandai dengan penurunan tingkat suku bunga kredit secara nasional yang mencapai rekor sejak jaman Orde Baru (Orba) atau 40 tahun terakhir.
Saat ini, rata-rata bunga kredit perbankan, terutama segmen korporasi dan kredit pemilikan rumah (KPR) telah menyentuh single digit atau di bawah 10 persen.
Darmin percaya, agar industri perbankan dapat lebih optimal mendukung perekonomian nasional, tingkat bunga harus dapat dijangkau dengan murah oleh pelaku usaha. Faktor utama yang menurutnya berpengaruh yaitu tingkat inflasi yang harus rendah.
"Di mana-mana kalau mau menurunkan bunga, inflasi harus turun dulu. Ini harus koordinasi dengan pemerintah juga, karena di Indonesia itu sejarahnya inflasi tinggi karena volatile food, bukan karena sisi moneter. Kalau harga cabai naik, bawang naik, itu langsung berpengaruh ke tingkat inflasi. Itu masalah supply," kata Darmin dalam Rapat Kerja dengan Komisi XI Dewan Perwakilan Rakyat di Gedung DPR, Jakarta, Selasa (21/5).
Darmin menuturkan, dalam periode pemerintahan Orba, inflasi selalu double digit, yang kemudian menurun secara perlahan-lahan. Ketika dirinya masuk ke BI, target inflasi ditetapkan bersama pemerintah sebesar 5 persen plus-minus 1 persen. Sedangkan hingga kini, targetnya menjadi 4,5 persen plus-minus 1 persen.
"Kami perkirakan, kira-kira tiga tahun dari sekarang, BI akan mampu membuat target inflasi sebesar 4 persem plus-minus 1 persen. Itu berujung pada menurunnya biaya dana (cost of fund) meskipun tidak bisa cepat. Sebab, bunga deposito itu selalu merujuk pada berapa besarnya inflasi," kata Darmin.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA LAINNYA
B-FILES
Harga yang Tak Terlihat, Masa Depan yang Terancam
Rio Abdurachman P
Hari Fitri Benahi Diri: Ujian Integritas di Tengah Bayang Korupsi
Muhammad Ishar Helmi
Trump Sesumbar AS Mudah Buka Selat Hormuz dan Ambil Minyak Iran




