IPO, Twitter Patok Harga Awal $17-$20 per Saham
Jumat, 25 Oktober 2013 | 05:46 WIB
New York - Dalam proses pelengkapan berkas lanjutan, Kamis (24/10) malam waktu setempat, perusahaan jejaring sosial populer dunia, Twitter, telah mematok rentang harga awal saham mereka untuk rencana IPO dalam waktu dekat. Harga yang dipatok adalah antara US$17 hingga US$20 per lembar saham.
Dalam kesempatan sama, seperti diberitakan CNN Money, Twitter juga menaikkan batas maksimal penawaran sahamnya menjadi US$1,4 miliar, dari patokan sebelumnya yaitu US$1 miliar. Perusahaan ini sendiri diketahui memiliki sekitar 545 juta saham outstanding, yang berarti Twitter bisa dihagai sekitar US$10,9 miliar (sedikit di atas perkiraan sebelumnya).
Sebagaimana diberitakan sebelumnya pula, Twitter berencana untuk menjual sebanyak 70 juta lembar sahamnya dalam IPO ini.
Tentunya, patokan rentang harga ini tidak mengikat, sehingga belum bisa dipastikan berapa harga saham sebenarnya untuk IPO kelak. Twitter sendiri masih harus menjalani beberapa proses kelengkapan berkas lainnya menjelang IPO, sehingga masih berkemungkinan ada perkembangan baru.
Akan halnya harga resmi saham Twtter, maksimal masih bisa ditetapkan sehari menjelang IPO yang pastinya belum akan terjadi dalam beberapa pekan ke depan.
Harga saham di IPO itu sendiri pada dasarnya lebih ditujukan bagi investor institusional yang dapat membelinya langsung dari underwriter IPO Twitter. Mereka antara lain adalah Goldman Sachs dan Morgan Stanley.
Sementara itu untuk investor umum, akan mendapatkan kesempatan membeli saham Twitter di hari berikutnya, yaitu saat Twitter mulai resmi melantai di bursa saham New York (NYSE) lewat nama "TWTR".
Di mata pengamat, rencana IPO Twitter ini bisa jadi lebih menjanjikan daripada yang dilakukan Facebook beberapa waktu lalu. Setidaknya karena pengguna Twitter, termasuk di versi mobile, diklaim terus bertambah. Dalam salah satu berkas IPO-nya bulan ini, Twitter mengklaim memiliki hampir 232 juta pengguna aktif bulanan di kuartal ketiga tahun ini, atau naik 39% dari periode sama tahun lalu.
Catatan lebih menjanjikan adalah sekitar tiga perempat atau 75% dari para pengguna aktif di kuartel ketiga itu, tercatat mengakses Twitter dari perangkat mobile. Sementara iklan dari jalur mobile sendiri disebut menghasilkan 70% dari total pemasukan iklan Twitter.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
3 Prajurit Gugur, TNI AD Berduka!
Liburan Sambil Belajar Sains Lewat Museum Iptek TMII
Perbaiki Tanggul Irigasi Makam, Warga Palopo Temukan Granat Nanas
3
B-FILES
Harga yang Tak Terlihat, Masa Depan yang Terancam
Rio Abdurachman P
Hari Fitri Benahi Diri: Ujian Integritas di Tengah Bayang Korupsi
Muhammad Ishar Helmi
TNI Menunggu Hasil Investigasi Terkait Gugurnya 3 Prajurit di Lebanon




