ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Elon Musk Bikin Polling: Beli Maskapai Ryanair atau Tidak?

Jumat, 23 Januari 2026 | 07:07 WIB
MK
MK
Penulis: Martin Bagya Kertiyasa | Editor: MBK
Elon Musk.
Elon Musk. (AP/Leon Neal)

Jakarta, Beritasatu.com – CEO SpaceX dan Tesla Elon Musk kembali memicu perhatian publik setelah melontarkan wacana membeli maskapai penerbangan berbiaya rendah asal Irlandia, Ryanair, melalui sebuah jajak pendapat di platform X.

Langkah ini muncul usai perang kata antara Musk dan CEO Ryanair Michael O’Leary di media sosial.

Melalui akun X pribadinya, Musk mengunggah polling dengan pertanyaan apakah ia sebaiknya membeli Ryanair dan “mengembalikan Ryan sebagai penguasa yang sah”. Dalam jajak pendapat tersebut, sebanyak 76,9% responden memilih opsi “F Yes”, sementara 23,1% menyatakan tidak setuju.

Polling tersebut telah diikuti sekitar 727.508 akun. Seperti kebiasaan Musk sebelumnya, hasil jajak pendapat ini kembali menjadi sorotan karena ia kerap menggunakan polling publik sebagai dasar pengambilan keputusan strategis.

ADVERTISEMENT

Ketegangan antara Musk dan O’Leary bermula setelah Musk menyebut bos Ryanair itu sebagai “utter idiot” dan menyarankan agar O’Leary dipecat dari jabatannya. Pernyataan tersebut memicu respons dari Ryanair, yang kemudian menegaskan tidak tertarik melengkapi armadanya dengan layanan internet satelit Starlink milik Musk.

Situasi tersebut mengingatkan publik pada pola lama Musk yang kerap memanfaatkan polling di media sosial untuk keputusan besar, termasuk sebelum mengakuisisi Twitter yang kini berganti nama menjadi X.

Menjelang pembelian Twitter senilai US$ 44 miliar pada 2022, Musk beberapa kali menggelar jajak pendapat di platform tersebut. Salah satunya menanyakan apakah kebebasan berpendapat merupakan fondasi utama demokrasi dan apakah Twitter telah menjalankan prinsip tersebut secara konsisten.

Dalam salah satu polling, Musk menulis bahwa Twitter berfungsi sebagai alun-alun publik digital (public town square), sehingga kegagalan menjaga kebebasan berpendapat dinilai dapat merusak demokrasi.

Di tengah rangkaian jajak pendapat tersebut, Musk diketahui terus menambah kepemilikan saham Twitter hingga akhirnya resmi mengakuisisi perusahaan itu.

Kebiasaan Musk menggunakan polling juga tercermin pada keputusan penjualan saham Tesla. Pada 2021, ia menggelar jajak pendapat yang menanyakan apakah ia sebaiknya menjual 10% kepemilikan saham Tesla. Saat itu, Musk berjanji akan mematuhi hasil polling apa pun hasilnya.

Hasil jajak pendapat menunjukkan 57% responden mendukung penjualan saham. Tak lama berselang, pada November 2021, Tesla mengungkapkan dalam dokumen kepada otoritas bursa AS bahwa Musk telah menjual saham senilai sekitar US$ 1,1 miliar.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon