ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

2014 Prospek Perekonomian Lebih Cerah

Rabu, 26 Februari 2014 | 20:00 WIB
RS
WP
Penulis: Ridho Syukro | Editor: WBP
Ilustrasi pertumbuhan ekonomi sektor infrastruktur
Ilustrasi pertumbuhan ekonomi sektor infrastruktur (Antara/Yudhi Mahatma)

Jakarta - Prospek perekonomian Indonesia pada tahun ini lebih baik dibanding tahun 2013. Membaiknya defisit neraca pembayaran dan perdagangan menjadi faktor yang mempengaruhi laju perekonomian Indonesia pada 2014.

Pengamat ekonomi dan Sekretaris Komite Ekonomi Nasional (KEN) Aviliani mengatakan secara fundamental perekonomian Indonesia sudah mulai membaik sehingga mempengaruhi penguatan nilai tukar rupiah. "Agar rupiah terus menguat, kuncinya terletak pada peningkatan investasi melalui capital inflows (arus dana asing masuk)," kata dia dalam acara "ANZ Economic Outlook 2014" di Hotel Mulia, Jakarta, Rabu (26/2).

Menurut Aviliani, untuk mendorong investasi pemerintah harus membereskan sejumlah kendala seperti pembebasan lahan dan kemudahan berusaha.

Dia mengatakan, jika investasi sudah meningkat dan fundamental terus dijaga, maka perekonomian Indonesia pada tahun 2014 diprediksi tumbuh pada level 5,5-6 persen. "Reformasi struktural harus tetap dilakukan agar momentum pertumbuhan ekonomi bisa tetap dipertahankan," ujar dia.

ADVERTISEMENT

Aviliani mengatakan pada tahun 2014, semua sektor diperkirakan tumbuh kecuali pertanian dan pertambangan. Sektor pertanian melambat dipicu peraturan tata ruang, sedangkan pertambangan akibat UU Minerba.

Sementara itu mantan Wakil Presiden RI Jusuf Kalla mengatakan tahun 2014 merupakan tahun pemilihan umum (pemilu) yang secara tidak langsung mempengaruhi laju pertumbuhan ekonomi.

Menurut dia, pelaku pasar mengharapkan pemilu tahun ini bisa membuat perekonomian Indonesia lebih berkualitas. "Pemilu tahun ini memberikan rasa was was apakah perekonomian menjadi lebih baik atau tidak," ujar dia.

Dia mengatakan siapapun presiden yang terpilih harus berani merombak kebijakan terutama kebijakan energi. Presiden baru lanjut Kalla, juga harus memprioritaskan semua sektor.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA TERKAIT

Izin Beres 2 Tahun, Prabowo Minta Satgas Khusus Percepat Deregulasi

Izin Beres 2 Tahun, Prabowo Minta Satgas Khusus Percepat Deregulasi

EKONOMI
Kelas Menengah Menyusut, Pertumbuhan Ekonomi RI Dinilai Rapuh

Kelas Menengah Menyusut, Pertumbuhan Ekonomi RI Dinilai Rapuh

EKONOMI
ADB Sebut Asia Pasifik Butuh Investasi Digital Rp 5.500 Triliun

ADB Sebut Asia Pasifik Butuh Investasi Digital Rp 5.500 Triliun

EKONOMI
86 Persen Pemimpin Perusahaan di Asia Pasifik Tingkatkan Investasi AI

86 Persen Pemimpin Perusahaan di Asia Pasifik Tingkatkan Investasi AI

EKONOMI
Ekonom Minta Pemerintah Fokus Perkuat Produksi dan Investasi

Ekonom Minta Pemerintah Fokus Perkuat Produksi dan Investasi

EKONOMI
Butuh Investasi US$ 789,9 M untuk Capai Pertumbuhan Ekonomi 8 Persen

Butuh Investasi US$ 789,9 M untuk Capai Pertumbuhan Ekonomi 8 Persen

EKONOMI

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon