Perbanas Minta Pemerintah Segera Tentukan Industri Substitusi Impor Prioritas
Jumat, 18 Juli 2014 | 12:28 WIB
Jakarta -Perhimpunan Bank Nasional (Perbanas) menilai pemerintah perlu menyamakan persepsi terkait industri substitusi impor Indonesia.
Hal ini penting dalam rangka perbaikan neraca perdagangan yang terus mengalami defisit.
Ketua umum Perbanas Sigit Pramono mengatakan perbankan nasional memiliki peran penting dalam mendukung pertumbuhan ekonomi. Oleh karena itu, pemerintah perlu segera duduk bersama untuk membahas sektor industri substitusi impor yang perlu diprioritaskan.
"Perlu industri substitusi impor untuk menghemat devisa dan perbaikan defisit neraca perdagangan, Pemerintah harus segera tetapkan sektor mana yang akan menjadi prioritas, " ucapnya dalam acara jumpa pers di Jakarta, Jumat (17/7).
Sigit menilai, ada beberapa sektor unggulan yang feaseable (layak) dan bankable (dapat) dibiayai oleh perbankan seperti pertambangan dan tekstil (TPT). Kedua sektor tersebut selama ini merupakan penghasil devisa dari hasil ekspor.
"Entah itu perusahaan besar, Usaha Kecil Menangah (UKM), sejauh feaseable dan bankable pasti kita biayai, " tambahnya.
Penentuan sektor industri yang akan diprioritaskan pemerintah akan menjadi acuan perbankan ke depan, terutama kepada sektor yang beresiko tinggi. Jika suatu sektor industri didorong menjadi sektor unggul, risikonya akan menjadi lebih rendah dibanding sektor yang dibiarkan tumbuh dengan sendirinya.
"Kita ingin ada rencana pemerintah yang lebih jelas baik jangka pendek, menengah, panjang sehingga bank juga lebih jelas, " tuturnya.
Di sisi lain, melalui 79 anggota, Perbanas akan menggelar Indonesian Bank Expo (IBeX) bertema peran bank nasional dalam memprioritaskan industri substitusi impor dan penguatan ekonomi nasional. "Sehingga saat pemerintah baru bekerja, hasil IBeX ini bisa menjadi masukan, " katanya.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Politik-Hukum Terkini: Polemik Film hingga Judi Online




