ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Mendag: Indonesia Minta Kawasan Perdagangan Bebas Asia Pasifik Dilakukan Bertahap

Minggu, 9 November 2014 | 01:53 WIB
B
YD
Penulis: BeritaSatu | Editor: YUD
Menteri Perdagangan Rahmat Gobel
Menteri Perdagangan Rahmat Gobel (Antara/Andika Wahyu)

Beijing - Pemerintah Indonesia minta agar konsep Kawasan Perdagangan Bebas Asia Pasifik (FTAAP) dilakukan secara bertahap dan di luar proses Forum Kerja Sama Ekonomi Asia Pasifik (APEC).

Hal itu disampaikan oleh Menteri Perdagangan Rahmat Gobel di Beijing, Sabtu (8/11) malam, seusai melakukan pertemuan tingkat menteri APEC.

"Indonesia menanggapi secara hati-hati konsep FTAAP dan minta dilakukan step by step, di luar proses APEC, dan memerhatikan dimensi pembangunan yang people centered," katanya.

Menurut Mendag, APEC menyepakati perwujudan FTAAP dalam jangka panjang untuk mendorong perdagangan dan investasi.

ADVERTISEMENT

Namun, ia menegaskan tentang tidak sedikitnya jumlah penduduk miskin di Indonesia yang masih membutuhkan bantuan dan perhatian untuk dapat meningkatkan kesejahteraannya.

Kesepakatan tentang FTAAP itu merupakan satu dari empat hasil utama isu perdagangan pertemuan tingkat menteri APEC.

Ketiga hal yang lain adalah pertama, Indonesia mendapatkan dukungan APEC untuk implementasi hasil konferensi tingkat menteri WTO di Bali tahun 2013 yang antara lain berisi persetujuan fasilitas perdagangan, kesepakatan cadangan pangan dan kebebasan subsidi untuk jasa-jasa pelayanan umum pertanian.

Kedua, disepakatinya proposal Indonesia mengenai Promoting Products which contributes to sustainable and inclusive growth, rural development and poverty alleviation oleh AMM untuk diselesaikan kajiannya oleh lembaga riset APEC sebagai pengganti penolakan usulan Indonesia agar produk-produk CPO, karet, rotan, hutan dan ikan dimasukkan dalam enviromental goods list.

Dan yang ketiga adalah disepakatinya cetak biru konektivitas untuk mendukung pengembangan keterhubungan kawasan APEC, termasuk kinerja rantai pasok perdagangan.

Pada kesempatan itu Mendag juga menyampaikan target pemerintahan Kabinet Kerja dibawah kepemimpinan Presiden Joko Widodo (Jokowi) untuk meningkatkan volume perdagangan sebesar 300 persen dalam tiga tahun.

Ia menjelaskan bahwa kementeriannya tengah menjabarkan upaya-upaya untuk mewujudkan target tersebut.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA TERKAIT

Impor Maret 2026 Turun 8,08 Persen Akibat Lebaran dan Geopolitik

Impor Maret 2026 Turun 8,08 Persen Akibat Lebaran dan Geopolitik

EKONOMI
Mendag Ungkap Nilai Ekonomi Burung Kicau Tembus Rp 2 Triliun

Mendag Ungkap Nilai Ekonomi Burung Kicau Tembus Rp 2 Triliun

EKONOMI
Redam Kenaikan Harga Plastik, Mendag Budi Santoso Percepat Impor Nafta

Redam Kenaikan Harga Plastik, Mendag Budi Santoso Percepat Impor Nafta

EKONOMI
Mendag: Thrifting Tetap Dilarang, meski Pedagang Mau Bayar Pajak

Mendag: Thrifting Tetap Dilarang, meski Pedagang Mau Bayar Pajak

EKONOMI
Mendag Targetkan Nego Perdagangan Bebas dengan Kanada Rampung 2026

Mendag Targetkan Nego Perdagangan Bebas dengan Kanada Rampung 2026

EKONOMI
Sidak Pasar Tradisional, Mendag Akui Harga Telur Masih Mahal

Sidak Pasar Tradisional, Mendag Akui Harga Telur Masih Mahal

EKONOMI

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon