Redam Kenaikan Harga Plastik, Mendag Budi Santoso Percepat Impor Nafta
Senin, 27 April 2026 | 21:03 WIB
Jakarta, Beritasatu.com - Menteri Perdagangan Budi Santoso menegaskan pemerintah tengah mempercepat impor bahan baku plastik (nafta) guna meredam lonjakan harga di dalam negeri.
Langkah ini diambil sebagai respons atas terganggunya pasokan global akibat konflik geopolitik di kawasan Timur Tengah yang berdampak langsung pada ketersediaan bahan baku industri plastik.
“Ya secepatnya (penurunan harga plastik),” ujar Budi Santoso di Jakarta, Senin (13/4/2026).
Ia menjelaskan, selama ini Indonesia masih bergantung pada pasokan nafta dari Timur Tengah. Namun, gangguan distribusi akibat konflik membuat suplai tersendat dan memicu kenaikan harga.
“Bahan baku bijih plastik itu nafta dari Timur Tengah. Karena imbas perang sehingga terganggu,” jelasnya.
Sebagai solusi jangka pendek, pemerintah mempercepat impor dari negara alternatif, seperti India, Amerika Serikat, dan sejumlah negara di Afrika. Meski demikian, pasokan baru masih membutuhkan waktu untuk masuk ke pasar domestik.
“Impor dari tiga negara tadi sudah diproses, tetapi perlu waktu. Sekarang masih proses dengan stok yang ada,” kata Budi.
Ia menegaskan, diversifikasi sumber pasokan menjadi strategi utama pemerintah untuk menjaga stabilitas harga dan memastikan kebutuhan industri tetap terpenuhi.
“Pada prinsipnya kita cari solusi negara lain yang mensuplai bahan baku,” ujarnya.
Menurutnya, tekanan terhadap harga plastik bukan hanya terjadi di dalam negeri, tetapi juga merupakan fenomena global. Bahkan, sejumlah negara produsen mengalami gangguan produksi akibat keterbatasan bahan baku.
“Ini memang krisis global terkait keterbatasan bahan baku,” tegasnya.
Pada sisi lain, pemerintah juga akan menggelar rapat lintas kementerian dan lembaga pada Selasa (28/4/2026) untuk membahas langkah lanjutan, termasuk kemungkinan pemberian stimulus bagi industri yang terdampak kenaikan harga plastik.
Rapat tersebut akan dipimpin oleh Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto bersama Satuan Tugas Percepatan Program Pemerintah untuk merumuskan solusi komprehensif menghadapi tekanan biaya produksi.
Dengan percepatan impor dan pencarian sumber pasokan baru, pemerintah berharap harga plastik domestik dapat segera stabil dan tekanan terhadap pelaku industri bisa diminimalkan.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
B-FILES
Diplomasi Internasional demi Benefit Nasional
Khamami Zada
Negara yang Ikut Berkurban
Timothy Ivan Triyono
Piala Dunia 2026: Belanda Berpesta Gol ke Gawang Swedia di Houston




