Dukung Target Swasembada, Swasta Genjot Produksi Jagung
Kamis, 5 Maret 2015 | 12:57 WIB
Jakarta - Dalam rangka mendukung target swasembada jagung dalam waktu tiga tahun yang ditetapkan pemerintah, swasta siap meningkatkan produktifitas jagung nasional melalui benih, pola tanam, pemupukan, pengolahan lahan hingga menghasilkan produk yang bermutu lebih baik. Hal itu disampaikan Corporate Affairs Lead PT Monsanto Indonesia, Herry Kristanto.
Menurutnya, jagung menjadi prioritas yang harus dicukupi khususnya jagung untuk kebutuhan bahan baku pakan ternak di Indonesia. Alasannya, hingga saat ini produsen pakan ternak atau pabrik pakan ternak masih harus mendatangkan sedikitnya 3 juta ton dengan nilai sekitar Rp 9,5 Triliun per tahunnya. "Pengembangan teknologi harus dibarengi dengan kualitas sumber daya manusianya (SDM) yaitu petani jagung itu sendiri," katanya kepada beritasatu.com, Kamis (5/3).
Kapasitas petani jagung menjadi concern perusahaannya. Perusahaan asal Amerika Serikat, penghasil bibit untuk agrobisnis ini melihat SDM sangat berperan dalam aplikasi teknologi tersebut sehingga pengetahuan mengenai teknologi itu sendiri harus bisa diakses petani dengan mudah agar produktivitas dan kualitasnya bisa lebih meningkat.
"Pengetahuan kepada para petani benar-benar diperlukan untuk meningkatkan produksi jagung nasional. Sebab masih banyak petani yang belum tahu bagaimana memaksimalkan potensi hasil. Sebagai contoh dalam penggunaan benih hibrida," tambahnya.
Jika biasanya petani dalam setahun menanam jagung hanya dua kali bila bisa ditingkatkan menjadi tiga kali dalam setahun dengan mempelajari cara efektif budidaya jagung akan mampu meningkatkan produktivitasnya. Herry menambahkan, dengan pengetahuan teknologi budi daya yang baik petani akan bisa memaksimalkan atau meningkatkan hasil panennya. Secara otomatis pendapatan petani pun akan mengalami peningkatan.
Sementara itu, Ketua Kelompok Tani Nelayan Andalan Winarno Tohir, mengatakan mempelajari informasi teknologi dan mengaplikasikannya sangat penting bagi petani termasuk kiat sukses penggunaan pupuk, pengendalian hama, teknologi benih, praktek agronomis, pola tanam, kriteria panen, dan lain sebagainya.
Irvan Kolonas mewakili PT Vasham Kosa Sejahtera selaku mitra petani menilai selain teknologi petani juga perlu diberikan akses pasar dengan harga mengikuti harga pasar. Sebab dengan meningkatkan pendapatan petani melalui pembelian harga jual jagung yang kompetitif.
Guna memaksimalkan hasil produksi para petani jagung tersebut, Monsanto Indonesia memberikan pelatihan dan penambahan wawasan serta pengetahuan kepada petani jagung melalui DKLC. Sebanyak 1200 petani di Lampung diajak tergabung dalam DKLC tersebut. Upaya ini, sambung Herry, merupakan bagian dari komitmen mendukung pemerintah membangun sektor pertanian yang lebih produktif dan berkelanjutan untuk memenuhi permintaan yang terus meningkat. Diharapkan pada akhrinya bisa mengurangi impor jagung, dan mampu memenuhi kebutuhan jagung dalam negeri sendiri.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
Kapolda Metro Jaya Bintang 3 Sesuai Arahan Prabowo
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Seusai Divonis 18 Tahun, Nadiem Makarim Didukung Artis-Influencer




