ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Bupati Sangihe Genjot Produksi Cabai untuk Redam Inflasi Daerah

Selasa, 24 Juni 2025 | 16:25 WIB
JB
JS
Penulis: Jaya Takaliuang Bawole | Editor: JJS
Pemkab Sangihe tingkatkan swasembada pangan melalui produksi Cabai.
Pemkab Sangihe tingkatkan swasembada pangan melalui produksi Cabai. (Beritasatu.com/Jaya Bawole)

Sangihe, Beritasatu.com – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kepulauan Sangihe memperkuat ketahanan pangan lokal dan menekan laju inflasi, salah satunya dengan pengembangan sentra produksi cabai.

Langkah konkret ini terlihat dalam kunjungan Bupati Sangihe Michael Thungari dan Ketua TP-PKK Cherry Thungari-Soeyoenus ke Kampung Tumalede, Kecamatan Tabukan Selatan Tenggara.

Dalam kegiatan tersebut, bupati dan tim tidak hanya melakukan penanaman, tetapi juga panen cabai bersama warga. Menurut Thungari, kebutuhan cabai di Sangihe saat ini masih sangat bergantung pada pasokan dari Manado, sehingga harga cenderung tidak stabil.

ADVERTISEMENT

“Target kami, setiap kecamatan minimal memiliki satu hingga dua kampung penghasil cabai,” ujar Bupati Michael Thungari kepada wartawan, Senin (23/6/2025).

Contoh kampung yang diandalkan, lanjutnya, termasuk Tumalede di Tabukan Selatan Tenggara, Bira dan Talengen di Tabukan Tengah, serta Malamenggu di Tabukan Selatan.

Thungari menyebut harga cabai merupakan salah satu penyumbang inflasi tertinggi di Sangihe. Dengan membentuk kampung sentra cabai, harga diharapkan menjadi lebih terjangkau dan stabil.

“Jika cabai bisa diproduksi mandiri di tiap kecamatan, maka kita bisa mengendalikan inflasi lebih baik,” ujarnya.

Selain cabai, kenaikan harga beras turut disinggung Bupati Thungari. Ia menjelaskan dalam rapat koordinasi dengan Kementerian Dalam Negeri, pemerintah pusat telah menginstruksikan Bulog untuk segera menyalurkan beras stabilisasi pasokan dan harga pangan (SPHP) ke daerah terdampak.

“Penyaluran beras SPHP akan membantu menahan laju inflasi di tengah kondisi harga beras nasional yang naik,” ungkapnya.

Bupati berharap program ketahanan pangan ini mampu menggerakkan produksi pangan lokal, bukan hanya cabai, tetapi juga komoditas penting lainnya.

“Jika kita mampu memproduksi cabai dan komoditas lain secara mandiri, makan masyarakat akan lebih sejahtera dan inflasi dapat dikendalikan,” tutupnya.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA TERKAIT

Kisah Guru Atu Tiap Hari Bertaruh Nyawa Mengajar Anak Pulau Terpencil

Kisah Guru Atu Tiap Hari Bertaruh Nyawa Mengajar Anak Pulau Terpencil

NUSANTARA
Lansia di Sangihe Hilang di Hutan, SAR Hentikan Pencarian

Lansia di Sangihe Hilang di Hutan, SAR Hentikan Pencarian

NUSANTARA
Ribuan Pemuda Ramaikan Pawai Paskah di Tahuna

Ribuan Pemuda Ramaikan Pawai Paskah di Tahuna

NUSANTARA
118 Desa di Sangihe Siap Gelar Pilkades Serentak 2026

118 Desa di Sangihe Siap Gelar Pilkades Serentak 2026

NUSANTARA
Kronologi Pendeta di Sangihe Diduga Dianiaya Jemaat

Kronologi Pendeta di Sangihe Diduga Dianiaya Jemaat

NUSANTARA
Penuh Toleransi, Lampu Hias Semarakkan Malam Ketupat di Sangihe

Penuh Toleransi, Lampu Hias Semarakkan Malam Ketupat di Sangihe

NUSANTARA

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon