IHSG Pagi Menguat Ditengah Tekanan Eropa
Kamis, 12 Januari 2012 | 09:47 WIB
Perlunya penanganan segera dan signifikan terhadap krisis Eropa membuat bursa saham melemah, namun tidak bagi IHSG yang justru menguat
Indeks harga saham gabungan (IHSG) pada perdagangan pagi ini dibuka menguat, dan berhasil keluar dari tekanan pelemahan bursa regional serta global yang anjlok setelah mendengar peringatan akan bahaya serius jika Eropa tidak bertindak segera secara agresif mengatasi krisis utangnya.
Hingga pukul 09.30 JATS, IHSG turun 2,05 poin (0,05 persen) menjadi 3.911,69 dari penutupan hari sebelumnya 3.909,64, adapun indeks LQ-45 menguat 0,68 poin (0,10 persen) ke level 692,20 dari 691,52.
Memburuknya masalah utang Eropa juga telah mendorong turunnya harga minyak, sementara investor lebih memilih untuk memburu aset-aset beresiko rendah seperti emas dan obligasi.
Euro tersungkur ke level terendahnya dalam 16 bulan terakhir di US$ 1,266 per euro, setelah Fitch Rating mengatakan bahwa bank sentral Eropa perlu untuk menaikkan pembelian obligasi zona euro demi menolong Italia dan mencegah kejatuhan yang besar pada nilai tukar mata uangnya.
Sementara harga minyak mentah dunia pada perdagangan Rabu malam pukul 21.27 waktu New York (pagi ini waktu Indonesia) naik US$ 0,37 (0,37 persen) ke level US$ 101,24 untuk jenis WTI, sedangkan jenis brent crude oil melemah 0,33 (0,29 persen) ke level US$ 112,24.
Untuk nilai tukar, berdasarkan kurs tengah Bank Indonesia (BI), Rabu (11/1), rupiah berada di posisi Rp 9.200 per dolar atau turun sebesar Rp 10 dari hari sebelumnya Rp 9.190, dengan kisaran perdagangan Rp 9.246 - Rp 9.154.
Sementara dikutip dari yahoofinance, rupiah pagi ini berada di posisi Rp 9.155. Hari ini rupiah diperdagangkan dengan kisaran Rp 9.195 - Rp 9.205 per dollar AS.
Indeks harga saham gabungan (IHSG) pada perdagangan pagi ini dibuka menguat, dan berhasil keluar dari tekanan pelemahan bursa regional serta global yang anjlok setelah mendengar peringatan akan bahaya serius jika Eropa tidak bertindak segera secara agresif mengatasi krisis utangnya.
Hingga pukul 09.30 JATS, IHSG turun 2,05 poin (0,05 persen) menjadi 3.911,69 dari penutupan hari sebelumnya 3.909,64, adapun indeks LQ-45 menguat 0,68 poin (0,10 persen) ke level 692,20 dari 691,52.
Memburuknya masalah utang Eropa juga telah mendorong turunnya harga minyak, sementara investor lebih memilih untuk memburu aset-aset beresiko rendah seperti emas dan obligasi.
Euro tersungkur ke level terendahnya dalam 16 bulan terakhir di US$ 1,266 per euro, setelah Fitch Rating mengatakan bahwa bank sentral Eropa perlu untuk menaikkan pembelian obligasi zona euro demi menolong Italia dan mencegah kejatuhan yang besar pada nilai tukar mata uangnya.
Sementara harga minyak mentah dunia pada perdagangan Rabu malam pukul 21.27 waktu New York (pagi ini waktu Indonesia) naik US$ 0,37 (0,37 persen) ke level US$ 101,24 untuk jenis WTI, sedangkan jenis brent crude oil melemah 0,33 (0,29 persen) ke level US$ 112,24.
Untuk nilai tukar, berdasarkan kurs tengah Bank Indonesia (BI), Rabu (11/1), rupiah berada di posisi Rp 9.200 per dolar atau turun sebesar Rp 10 dari hari sebelumnya Rp 9.190, dengan kisaran perdagangan Rp 9.246 - Rp 9.154.
Sementara dikutip dari yahoofinance, rupiah pagi ini berada di posisi Rp 9.155. Hari ini rupiah diperdagangkan dengan kisaran Rp 9.195 - Rp 9.205 per dollar AS.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
Bagikan
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
Jumlah Guru RI Terus Naik tetapi Fluktuatif!
INFOGRAFIK
Kapolda Metro Jaya Bintang 3 Sesuai Arahan Prabowo
HUKUM & HANKAM
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
SUMATERA UTARA
5
B-FILES
Incar Pajak Marketplace, Purbaya Ingin Pedagang Offline-Online Setara




