Menteri Harus Turut Gunakan Converter Kit
Senin, 16 Januari 2012 | 14:35 WIB
Mobil dinas itu akan dipasangkan converter kit dari PT DI menjelang April sebelum pembatasan BBM diberlakukan.
Menteri Koordinator bidang Perekonomian, Hatta Rajasa mengatakan para menteri diharapkan berinisiatif memasang alat konversi (converter kit) pada kendaraan dinas mereka.
Langkah ini dinilai akan menjadi contoh bagi masyarakat dalam upaya penghematan bahan bakar minyak (BBM).
"Kalau kita ngajak yang lain, mobil-mobil para menteri pakai gas (juga) lah. Sesegera mungkin (akan dilakukan). Harusnya memang begitu," ujar Hatta di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, hari ini.
Dia menambahkan, jajaran Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) sudah memulainya.
Pemerintah akan menyiapkan converter kit yang dibuat oleh PT Dirgantara Indonesia (PTDI). Untuk program pengalihan BBM ke Bahan Bakar Gas (BBG), pemerintah membutuhkan sekitar 2,5 juta alat konversi.
Sementara itu Menteri Koordinator bidang Kesejehateraan Rakyat Agung Laksono mengamini bahwa semua mobil menteri dan pejabat negeri akan mendapat converter kit secara gratis karena merupakan mobil dinas negara.
Mobil dinas itu akan dipasangkan converter kit dari PT DI menjelang April sebelum pembatasan BBM diberlakukan. "Ya (memakai alat dari PT DI) untuk sementara. Untuk teknisnya nanti Sekretariat Negara yang atur karena mobil ini di bawah Setneg," tuturnya.
Hatta menekankan, pemerintah akan menggenjot produksi converter kit dalam negeri untuk memuluskan rencana pengalihan penggunaan ke BBG.
Peralihan ke BBG adalah upaya paling logis dalam penghematan BBM karena Indonesia memiliki banyak pasokan gas dengan harga murah. Langkah Ini merupakan upaya untuk mengurangi ketergantungan BBM dengan rencana jangka pendek, menengah dan panjang.
Selain itu Hatta juga mengungkapkan, pemerintah terus mengantisipasi situasi perekenomian global dan juga kondisi di Selat Hormuz yang berkaitan dengan harga minyak dunia.
Menteri Koordinator bidang Perekonomian, Hatta Rajasa mengatakan para menteri diharapkan berinisiatif memasang alat konversi (converter kit) pada kendaraan dinas mereka.
Langkah ini dinilai akan menjadi contoh bagi masyarakat dalam upaya penghematan bahan bakar minyak (BBM).
"Kalau kita ngajak yang lain, mobil-mobil para menteri pakai gas (juga) lah. Sesegera mungkin (akan dilakukan). Harusnya memang begitu," ujar Hatta di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, hari ini.
Dia menambahkan, jajaran Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) sudah memulainya.
Pemerintah akan menyiapkan converter kit yang dibuat oleh PT Dirgantara Indonesia (PTDI). Untuk program pengalihan BBM ke Bahan Bakar Gas (BBG), pemerintah membutuhkan sekitar 2,5 juta alat konversi.
Sementara itu Menteri Koordinator bidang Kesejehateraan Rakyat Agung Laksono mengamini bahwa semua mobil menteri dan pejabat negeri akan mendapat converter kit secara gratis karena merupakan mobil dinas negara.
Mobil dinas itu akan dipasangkan converter kit dari PT DI menjelang April sebelum pembatasan BBM diberlakukan. "Ya (memakai alat dari PT DI) untuk sementara. Untuk teknisnya nanti Sekretariat Negara yang atur karena mobil ini di bawah Setneg," tuturnya.
Hatta menekankan, pemerintah akan menggenjot produksi converter kit dalam negeri untuk memuluskan rencana pengalihan penggunaan ke BBG.
Peralihan ke BBG adalah upaya paling logis dalam penghematan BBM karena Indonesia memiliki banyak pasokan gas dengan harga murah. Langkah Ini merupakan upaya untuk mengurangi ketergantungan BBM dengan rencana jangka pendek, menengah dan panjang.
Selain itu Hatta juga mengungkapkan, pemerintah terus mengantisipasi situasi perekenomian global dan juga kondisi di Selat Hormuz yang berkaitan dengan harga minyak dunia.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
Bagikan
BERITA LAINNYA
Politik-Hukum Terkini: Polemik Film hingga Judi Online
HUKUM & HANKAM
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
SUMATERA UTARA
5
B-FILES
Politik-Hukum Terkini: Polemik Film hingga Judi Online




