ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Harga Minyak Dunia Akan Pengaruhi BBM

Kamis, 14 Mei 2015 | 17:17 WIB
MS
YD
Penulis: Markus Junianto Sihaloho | Editor: YUD
Ilustrasi minyak dunia.
Ilustrasi minyak dunia. (vungtauoil.com)

Jakarta - Tren kenaikan harga minyak mentah dunia dinilai akan segera berimbas pada kenaikan harga BBM di Indonesia, yang sudah ditandai dengan kenaikan harga BBM jenis Pertamax.

Menurut Ekonom Dradjad H.Wibowo, harga minyak dunia memang diperkirakan akan merambat naik hingga akhir tahun 2015. Minyak mentah jenis Brent sudah mulai naik sejak Februari 2015. Sementara itu minyak mentah jenis yang lain, khususnya West Texas Intermediate juga merambat naik.

"Penyebabnya, adanya kenaikan permintaan minyak dunia sebagaimana dirilis OPEC, menjadi 29,3 juta barrel perhari, naik 300 ribu barrel perhari," kata Dradjad, Founder DHW&Partners, sebuah lembaga kajian strategis dan intelijen ekonomi, Kamis (14/5).

Lanjut dia, kondisi itu berbarengan dengan menurunnya aktivitas rig minyak di AS yang sudah turun, sehingga produksi minyak AS diduga akan menurun dalam kuartal ketiga dan keempat 2015.

ADVERTISEMENT

"Ini semua mendorong harga minyak mentah dunia bergerak naik, baik di pasar spot maupun pasar future," imbuhnya.

Dengan kondisi di atas, karena harga BBM di Indonesia semakin bergerak mengikuti harga dunia, Dradjad memprediksi memang harga BBM sejak Mei akan cenderung naik hingga akhir tahun. Pertamax, yang harganya ditentukan berdasarkan harga pasar, otomatis segera naik.

"Hanya masalah waktu saja untuk Premium, dan juga Pertalite, naik harganya," tuturnya.

Menurut dia, hal demikian akan menghasilkan dilema bagi Pemerintahan Jokowi-JK. Sebab kurang dari sebulan lagi, sudah masuk bulan Ramadan, dimana biasanya inflasi meningkat.

"Jika harga BBM dinaikkan sebelum Ramadan, inflasi bisa melonjak tinggi. Jika sesudah Ramadhan, efek inflasinya lebih rendah, tapi beban subsidi lebih besar," ujarnya.

"Yang jelas, kondisi ekonomi 2015 ini memang jauh lebih berat dari tahun-tahun lalu. Setelah rupiah terdepresiasi tajam, kondisi fiskal tertekan, aktifitas dunia usaha menurun yang ditandai oleh kenaikan debt to equity dan anjloknya omzet."

Menurutnya, Indonesia juga harus bersiap-siap menghadapi tambahan kenaikan harga-harga akibat naiknya harga minyak dunia. Pemerintah harus lebih cerdas dan kreatif dalam menghadapi situasi yang makin sulit tersebut, ungkap Mantan Ketua Umum PAN itu.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon